Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Meninjau Korban Banjir Akibat Luapan Kali Lamong di Mojokerto dan Gresik

Gubernur Khofifah menyapa dan menyantuni puluhan korban banjir di Mojokerto akibat luapan Kali Lamong

Gubernur Khofifah Meninjau Korban Banjir Akibat Luapan Kali Lamong di Mojokerto dan Gresik
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berbincang bersama warga korban banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/1/2020). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau korban banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/1/2020).

Khofifah menyapa dan menyantuni sebanyak 74 orang warga yang menjadi korban banjir akibat luapan Kali Lamong.

Khofifah bahkan menyempatkan diri berbagi kurma dengan warga korban banjir Dawar Blandong. Sebagaimana diketahui, pagi ini Khofifah baru saja tiba dari tanah suci usai menunaikan ibadah umroh.

Lebih lanjut mantan Mensos ini mengatakan, bahwa penyebab banjir di Kecamatan Dawar Blandong ini adalah masalah hulu di Kali Lamong yang tak kunjung tuntas.

Jika Kali Lamong di Gresik berhasil ditanggul, maka banjir tahunan di Kecamatan Dawar Blandong tak akan lagi terjadi.

"Saya sudah komunikasikan ke Kementerian PU PR terkait kebutuhan pembangunan tanggul di Kali Lamong. Ini membutuhkan solusi strategis jangka panjang yaitu pembangunan tanggul. Kementerian PU sudah siap menyediakan anggaran APBN senilai Rp 1,1 trilliun untuk pembangunan tanggul," kata Khofifah.

Solusi ini sangat solutif, bahkan Kementerian PU PR juga bersedia menyediakan anggaran pembebasan lahan di titik kebutuhan tanggul, hingga pelaksanaan pembangunan infrastrukturnya.

Akan tetapi, tambah Khofifah bahwa selama ini ada perbedaan pendapat dengan Pemkab Gresik yang lebih memilih untuk pengerukan Kali Lamong dibandingkan pembangunan tanggul.

Padahal jika solusi yang dilakukan hanya pengerukan maka dalam jangka lima tahun saja akan ada sedimentasi lagi.

"Maka kemarin saya sudah meminta Pak Wagub untuk berkoordinasi dengan Bupati Gresik, supaya bisa berseiring dan bersinergi dengan Kementerian PU PR untuk mengambil solusi pembangunan tanggul, bukan pengerukan," tegas wanita yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved