Berita Surabaya

Dikirimi Sabu Oleh Menantu dari Malaysia, Emak-emak di Sokobanah Madura Disidang di PN Surabaya

Emak-emak asal Sokobanah, Sampang, Madura ini hanya tertunduk selama menjalani sidang, ia jadi terdakwa kepemilikan sabu seberat 2 kg

Dikirimi Sabu Oleh Menantu dari Malaysia, Emak-emak di Sokobanah Madura Disidang di PN Surabaya
SURYA.co.id/Rifky Edgar
Ilustrasi sabu-sabu 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dengan langkah gontai terdakwa kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu seberat dua kilogram, Miatun meninggalkan ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Ironisnya barang tersebut dikirim oleh menantunya, Timuna melalui jasa ekspedisi dari Malaysia. 

Emak-emak asal Sokobanah, Sampang, Madura ini hanya tertunduk selama menjalani sidang.

Beragendakan pembacaan surat dakwaan oleh JPU Ni Made Sri Astri Utami, kronologi kejadian dibaca berurutan. 

"Terdakwa nanti mendapat upah sebesar Rp 2 juta dan ditransfer," terang JPU dari Kejari Tanjung Perak tersebut, Rabu, (8/1/2020). 

Jaksa menjerat terdakwa Miatun dengan pasal berlapis, yakni melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2), Jo  Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. 

Secara terpisah, Muhammad Dawam selaku penasihat hukum Miatun meminta polisi segera memburu menantu terdakwa dan seorang bandar bernama Salimun yang namanya telah tercatat di daftar pencarian orang (DPO).

Ia pun membantah kliennya menerima upah sebesar Rp 2 juta yang disebut sebagai upah untuk mengirimkan paket sabu tersebut pada pemesannya. 

“Segera itu ditangkap, karena terdakwa ini korban. Terdakwa ini pekerjaan sehari-harinya hanya sebagai petani dan nggak tahu kalau barang yang dikirim itu isinya sabu-sabu, karena dipikir isinya pakaian,” pungkas Muhammad Dawam saat dikonfirmasi usai persidangan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved