Berita Lamongan

BPBD Ungkap Kawasan-kawasan Rawan Bencana di Lamongan Saat Musim Hujan, Ini Daftarnya

Di Lamongan ada lima wilayah rawan bencana jika m\uasim penghujan tiba, berikut daftarnya ->

SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Latihan simulasi bencana banjir terpadu di pelataran Kantor Dinas Sosial Lamongan, Jawa Timur, Rabu (8/1/2020). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi memastikan adanya lima wilayah rawan bencana ketika musim penghujan.

"Di Lamongan ini ada lima wilayah rawan bencana jika masim penghujan tiba," kata Yuhronur kepada Surya.co.id, Rabu (8/1/2020).

Di antaranya, wilayah yang dilalui Sungai Bengawan Solo, kemudian pesisir pantai utara, Bengawan Jero, wilayah di sekitar waduk besar dan wilayah perbukitan.

Saat musim penghujan tiba, Sungai Bengawan Solo yang melintasi 8 kecamatan di Lamongan tersebut memang menjadi ancaman bagi masyarakat di sekitarnya.

Kecamatan yang dilalui Bengawan Solo adalah, Kecamatan Babat, Sekaran, Maduran, Laren, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun dan Kecamatan Glagah.

"Dan bila curah hujan tinggi dan air penuh, sangat rentan terjadi banjir luapan air dan tanggul jebol. Ini yang perlu diwaspadai," ujarnya.

Luapan air sungai Bengawan Solo juga berdampak pada wilayah dataran rendah atau yang disebut Bengawan Jero.

"Wilayah Bengawan Jero juga menjadi langganan banjir," ujar Yuhronur.

Bengawan Jero ini dilalui anak Sungai Bengawan Solo maupun sungai buangan air waduk besar, sangat rentan menimbulkan banjir di kawasan Bengawan Jero, yang berada di 10 kecamatan.

Selain dua wilayah tersebut, tambah Yuhronur, kawasan pesisir pantai sepanjang 47 kilometer di Kecamatan Paciran dan Brondong juga menjadi wilayah yang rawan bencana, seperti banjir rob, angin, gelombang tinggi dan abrasi pantai.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved