Kasus Dugaan Dokter Setubuhi Gadis di Mojokerto, Pelaku Dinas di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari

Kasus dugaan dokter setubuhi gadis di Mojokerto, ternyata pelaku bertugas di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.

Kasus Dugaan Dokter Setubuhi Gadis di Mojokerto, Pelaku Dinas di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari
MobileODT.com
Ilustrasi. Kasus Dugaan Dokter Setubuhi Gadis di Mojokerto, Pelaku Praktik di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kasus dugaan dokter setubuhi gadis di Mojokerto, ternyata pelaku bertugas di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari.

Pelaku adalah dokter AND spesialis kebidanan dan penyakit kandungan.

Dia mangkir dari panggilan pertama sebagai tersangka kasus asusila persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Sesuai jadwal dr AND akan diperiksa oleh Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto terkait dugaan persetubuhan anak di bawah umur terhadap korbannya PL (15).

Polisi sudah melayangkan surat panggilan pertama terhadap tersangka dr AND yang seharusnya diperiksa hari ini, Selasa (7/1/2020).

"Melalui kuasa hukumnya yang bersangkutan (dr.AND) tidak bisa hadir alasannya ada pekerjaan," ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima, Selasa (7/1).

Dewa mengatakan melalui kuasa hukum dr AND akan memenuhi panggilan di Polres Mojokerto pada Kamis, (9/1/2020). Pihaknya menegaskan akan melayangkan panggilan kedua jika tersangka tidak hadir memenuhi panggilan penyidikan.

"Kalau sampai panggilan kedua tidak hadir maka kami akan melakukan penangkapan," ungkapnya.

Disinggung soal apakah tersangka akan ditahan, Dewa menjelaskan penyidik akan melakukan pemeriksaan terkait perbuatannya dan tidak akan dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

Selama ini tersangka dinilai cukup kooperatif melalui pengacaranya untuk berkomunikasi dengan penyidik.

"Penahanan itu adalah hak subyektif dari penyidik kalau selama dia (tersangka, red) kooperatif jadi tidak dilakukan penahanan," jelasnya.

Sepertinya yang diberitakan, Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Mojokerto secara resmi menetapkan dr. AND sebagai tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur, padaSenin (30/12).

dr. AND diduga melakukan kejahatan asusila terhadap korban PL (15) warga Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Jika terbukti bersalah dan ditahan selama dua tahun dr AND yang berdinas di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari ini terancam dipecat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Adapun pasal yang disangkakan tersangka dr AND ini yaitu Pasal 81 ayat 2 dan junto 82 ayat 1 tentang Undang-undang perlindungan anak hukuman 15 tahun.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved