Lapor Cak

Pedagang Sentra Ikan Bulak Surabaya Mengeluh kian Sepi Pengunjung  

Suasana hiruk pikuk kegiatan jual beli tak tampak pada kios kerupuk dan ikan di Sentra Ikan Bulak (SIB).

Pedagang Sentra Ikan Bulak Surabaya Mengeluh kian Sepi Pengunjung   
surya.co.id/christine ayu nurchayanti
Suasana kios ikan di Sentra Ikan Bulak (SIB) yang tampak sepi akhir pekan lalu.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Suasana hiruk pikuk kegiatan jual beli tak tampak pada kios kerupuk dan ikan di Sentra Ikan Bulak (SIB).

Pada pukul 11.00, terlihat sekitar delapan pedagang. Tiga di antaranya menjual aneka kerupuk, dua orang lagi menjual beragam aksesori, satu kios menjual ikan asap, dan sisanya menjual beraneka ikan asin.

Hanya terdapat dua atau tiga pengunjung yang mampir melihat-lihat. Para pedagang pun saling menawarkan dagangan. Sayang, tak semua pengunjung terayu untuk membeli.

Suasana sepi menjadi hal yang normal di sana dalam dua tahun terkahir.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pedagang, Elok Kurniawati, Kamis (2/1/2019).

"Dulu, ketika awal-awal diresmikan, di sini ramai sekali. Sekitar dua tahun lalu, mulai sepi. Banyak pedagang ikan yang kembali berjualan di pinggir jalan," ungkapnya.

Hal tersebut, lanjut Elok, membuat pembeli j uga ikut berkurang.

"Karena mereka jual di pinggir jalan, jadi pembeli nggak masuk ke sini. Akhirnya, di sana jadi lebih ramai. Mungkin karena menganggap di sini nggak ada pedagang (ikan)," ia mengatakan.

Jika di persentasekan, Elok menyebut penurunan omzet saat ini jika dibandingkan dengan awal-awal peresmian SIB mencapai 100 persen.

"Kadang juga sehari nggak dapat pembeli sama sekali. Kalau lagi hari libur, paling tinggi dapat Rp 500 ribu. Beda jauh dibandingkan sama awal-awal dulu," Elok mengungkapkan.

Begitu juga yang diutarakan oleh Maulidia, pedagang ikan lainnya. Maulida menyampaikan, ia mulai kehilangan banyak pembeli sejak dua tahun silam.

"Penurunannya bisa sekitar 80 persen. Kadang satu hari nggak dapat pembeli sama sekali. Untungnya ada pelanggan tetap yang biasa menjual ikannya lagi," katanya.

Seperti halnya Elok, Maulidia berpendapat sepinya SIB juga dipengaruhi oleh banyaknya pedagang yang keluar dan memilih berjualan di dekat jalan.

"Mereka pindah karena di sana lebih dekat dengan rumah mereka. Selain itu juga lebih ramai karena dekat dengan jalan raya," katanya.

Meski demikian Maulidia tetap memilih berdagang di SIB karena menurutnya lebih aman.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved