Jatim Rawan Bencana

Kisah Warga Pacitan Tentang Banjir Dahsyat Tahun 2017, Khawatir Terjadi Kembali

Banjir dan yang longsor yang disebabkan siklon tropis Cempaka ini menyebabkan 20 korban meninggal dunia.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Rumah Dodik Suko Prasongko (39) yang terendam banjir pada 2017 lalu. 

Meski saat ini, sudah dibangun tanggul sementara, namun ia khawatir ratusan kantong berisi pasir itu tak mampu menahan luapan air sungai Grindulu saat terjadi hujan deras terus menerus.

"Ya sangat khawatir, apalagi kalau hujan deras. Harapannya cepat diperbaiki, katanya 2020 ini diperbaiki," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sirnoboyo, Eko Haryono, mengungkapkan saat ini masyarakat di desanya sudah mulai sadar dan tanggap bencana.

Beberapa kali, warganya dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi dan praktek simulasi bencana.

"Kalau sekarang masyarakat sudah sadar. Contoh sederhanya, sekarang kalau parkir, kendaraan diarahkan keluar rumah. Jadi ketika terjadi bencana langsung bisa keluar. Warga saat ini sudah tanggap bencana," jelasnya.

Eko mengatakan, Desa Sirnoboyo, masuk dalam daerah zona merah bencana banjir dan longsor.

Oleh sebab itu, ia berharap ada bantuan perahu karet dan pelampung untuk desanya.

Sebab, sebagian besar dana desa sudah digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak pascabanjir.

Sumber: Surya Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved