Berita Tulungagung

Karaokean Sambil Bawa Celurit, Pria Blitar Diciduk Polisi Tulungagung

warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit saat karokean di Tulungagung.

david yohanes/surya
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, menanyai Suryadi tersangka pembawa celurit ke ruang karaoke. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Niat hati ingin bersenang-sedang di ruang karaoke, Suryadi (32) malah berurusan dengan pihak berwajib. Penyebabnya, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Penangkapan Suryadi bermula saat jajaran Polsek Sumbergempol melakukan operasi cipta kondisi, Jumat (3/1/2020) malam hingga Sabtu (4/1/2020) dini hari. Sasaran operasi ini adalah warung kopi (warkop) dan warkop karaoke yang ada di Kecamatan Sumbergempol.

Saat itu sejumlah petugas memeriksa Warkop Karaoke Pesona di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol.

“Waktu itu petugas meminta seluruh pengunjung untuk menunjukkan identitasnya,” tutur Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, Senin (6/1/2020).

Saat itu Suryadi berada di salah satu ruangan karaoke bersama seorang teman, dan pemandu lagu.

Ia menunjukkan muka yang tidak sedang, saat polisi mulai masuk ruang karaoke.

Curiga dengan sikap Suryadi, polisi kemudian memeriksa seluruh ruangan karaoke itu.

“Saat itu petugas menemukan sebilah celurit, dibungkus dengan kertas, kemudian dibungkus lagi dengan jaket berwarna coklat,” sambung Hendi.

Suryadi kemudian dibawa ke Mapolsek Sumbergempol untuk menjalani penyidikan.

Kepada polisi, dia mengakui bahwa senjata tajam itu miliknya.

Senjata itu untuk berjaga-jaga, karena sedang ada masalah permusuhan.

“Sebenarnya bukan saya yang bermasalah, tapi saudara saya. Saya ikut berjaga-jaga,” ujar Suryadi.

Celurit yang dibawa Suryadi agak berkarat, namun masih sangat tajam.

Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

Suryadi dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman 10 tahun penjara.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved