Berita Jombang

Dendam Kalah Duel, Buruh di Jombang Keroyok Tetangga Hingga Babak Belur

AKP Bambang Setiyobudi mengatakan, sekitar satu tahun silam, tersangka pernah bertanding duel fisik dengan korban, namun kalah.

Dendam Kalah Duel, Buruh di Jombang Keroyok Tetangga Hingga Babak Belur
surabaya.tribunnews.com/sutono
Polisi menunjukkan tersangka pengeroyokan di Jombang. Tersangka melakukan penganiayaan ini diduga karena sakit hati setelah kalah duel. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Polisi menangkap Khafid Ridhotulloh alias Kapiteng (25) pemuda asal Dusun/Desa/Kecamatam Jogoroto, Jombang, Senin (6/1/2020).

Khafid diduga mengeroyok dan menganiaya tetangganya sendiri, Deddi Setiawan (27), hingga babak belur.

Diduga, tersangka nekat melakukan penganiayaan karena dendam akibat pernah kalah dalam duel fisik satu lawan satu.

Peristiwa penganiayaan sebenarnya terjadi akhir Desember 2019 lalu. Korban yang karyawan sebuah bengkel tiba-tiba dikeroyok tersangka dan beberapa teman saat dirinya menonton pertunjukan kesenian bantengan di Dusun Murong Timur, Desa Mayangan, Jogoroto.

Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka serius pada kepalanya. Karena tak terima, korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Jogoroto.

Kapolsek Jogoroto, AKP Bambang Setiyobudi mengatakan, sekitar satu tahun silam, tersangka pernah bertanding duel fisik dengan korban, namun kalah. Sehingga korban berniat membalas sakit hati yang dia alami itu.

Puncaknya, pada 22 Desember 2019 lalu, tersangka melihat korban di lokasi pertunjukan kesenian tradisional bantengan.

Kesempatan itu tak disia-siakan tersangka. Tersangka mengajak teman-temannya mengeroyok korban.

"Korban dipukuli pada bagian kepalanya berulang kali dengan menggunakan tangan kosong, sehingga korban luka pada bagian kepala," ujar Bambang.

Setelah mengalami luka-luka, korban berobat ke Rumah Sakit Unipdu Medika dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kapolsek Jogoroto, AKP Bambang Setiyobudi menjelaskan, tersangka terancam jeratan pasal tentang penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara.

"Setelah kami lalukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi serta pengumpulan barang bukti, akhirnya tersangka kita tangkap tak jauh dari rumahnya. Kami jerat pasal 170 KUHP ancamannya 5 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved