Single Focus

Alasan Faris Fauzi Bergabung Komunitas Reptil Mblendes

Faris Fauzi, sebagai pemula pehobi reptil, akhirnya memilih bergabung dalam Komunitas Reptil Mblendes.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id/sulvi sofiana
Para anggota Komunitas Reptil Mblendes saat memamerkan hewan peliharaannya. 

MENJADI pehobi hewan peliharaan tak selalu mengetahui detil cara merawatnya. Terlebih, jika hewan peliharaannya terbilang ekstrem seperti reptil.

Selain terkesan liar, tak jarang banyak orang takut dengan reptil. Ini tentu menjadi tantangan pehobi pemula.

Faris Fauzi, sebagai pemula pehobi reptil, akhirnya memilih bergabung dalam Komunitas Reptil Mblendes.

"Saya ingin belajar, ya masuk komunitas. Dari belum tahu apa-apa dan masih kerja sebagai karyawan sampai keluar dan ternak ini," ungkap pria yang kini bekerja sebagai peternak ular dan gecko ini.

Dari rutin bertemu para pecinta reptil hingga mencari informasi terkait cara beternak reptil. Kini, usaha reptil Faris terus berkembang dengan omzet pertahun bisa mencapai Rp 100 juta.

"Tahun ini hanya Rp 30 juta, biasanya sampai Rp 100 juta. Karena cuaca buruk banyak gagalnya juga," ujar pria yang menjabat sebagai Wakil Komunitas Reptil Mblendes.

Melalui komunitas, Faris kerap mengikuti lomba dan kontes tingkat nasional. Hingga komunitasnya memiliki nama di kalangan pecinta reptil.

"Dari sini (komunitas) saya jadi tahu macam-macam perawatan reptil. Nggak melulu ular, bisa iguana, bahkan biawak dan kura-kura," paparnya.

Hingga kini, Faris dan komunitasnya masih rutin memberikan edukasi pada masyarakat umum tentang jenis-jenis reptil dan cara memperlakukan dengan benar. Edukasi ini bermanfaat bagi anggota untuk belajar bersama.

"Ruang berkumpul kami terbatas, biasanya hanya hari Sabtu di Taman Apsari. Di sana tempat kumpul semua pehobi hewan. Kalau CFD sama taman-taman lain kami mesti ditegur Satpol, takut membahayakan. Padahal, kami bawanya yang jinak," urainya.

Kumpul untuk edukasi
Fitra Hidayah (24), Ketua Komunitas Mblendes mengungkapkan, komunitasnya dibentuk layaknya perkumpulan pecinta reptil. Pasalnya, ia memulai komunitas ini dengan kakaknya untuk mengikuti kontes ular.

"Kemudian, ketemu sesama penyuka yang ingin edukasi orang. Akhirnya kami jadi satu kumpulan," ujarnya.

Saat ini, ada 22 anggota mulai dari remaja dan dewasa yang tergabung dalam komunitasnya. Bahkan, banyak dari anggotanya yang beternak reptil hingga mendapat omzet ratusan juta tiap bulannya.

"Kami biasanya kumpul di taman untuk mengedukasi orang. Juga ada orang pingin pelihara, jadi mereka tanya jenis, atau tanya jinak atau nggak. Kemudian, kami hubungkan dengan peternak di komunitas kami," pungkas Fitra. (ovi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved