Berita Pendidikan Surabaya

SMAN 15 Surabaya Bikin Buku dari Kumpulan Karya Siswa, Berisi Pengalaman Mereka Mengikuti MPLS

Banyak cara guna memacu semangat berliterasi Salah satunya dengan menerbitan buku karya mereka.

SMAN 15 Surabaya Bikin Buku dari Kumpulan Karya Siswa, Berisi Pengalaman Mereka Mengikuti MPLS
surya.co.id/sulvi sofiana
Siswa bersama Nurmala saat menunjukkan buku berisi kumpulan karya siswa. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak cara guna memacu semangat berliterasi  Salah satunya dengan menerbitan buku karya mereka.

Hal ini dilakukan SMAN 15 Surabaya dengan menerbitkan buku antologi cerita pendek (cerpen) karya para siswa.

Tak tanggung-tanggung total 11 buku dari cerpen-cerpen itu telah memiliki International Standart Book Number (ISBN).

Cerpen yang dibuat para siswa merupakan kumpulan cerita pengalaman siswa kelas sepuluh selama mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2019 lalu.

Pebimbing program literasi, Nurmala Hayati menuturkan dengan membukukan karya siswa diharapkan akan memotivasi para siswa untuk merasa mampu dalam menulis.

"Akhirnya literasi baca dan tulisnya berkembang. Sehingga ketika mereka punya karya akan ada nilai lebih. Ini yang akan ditularkan," ujarnya.

Lebih spesifik, Nurmala menjelaskan jika tema cerita yang diangkat berkaitan dengan harapan siswa, gugus, sekolah, impian hingga teman baru selama MPLS.

Yang tak kalah penting, cerita yang dibuat bersifat orisinil, memunculkan ide segar, kaya diksi dan gaya bahasa.

"Projek menulis dalam MPLS ini baru pertama kali yang juga memberdayakan guru-guru yang punya kemampuan menulis, jadi bisa menularkan ilmu pada siswa," katanya.

Untuk menerbitkan 11 buku para guru membutuhkan waktu 4 hingga 5 bulan. Rencananya, ia akan bekerjasama dengan salah satu toko buku untuk memasarkan karya cerpen antologi tersebut.

"Kami sudah menjual buku-buku ini utamanya ke wali murid. Di cetakan pertama kita ada 25 perjudul buku. Tapi beberapa siswa yang karya nya ada dalam buku ini sudah menjual hampir 30 eksemplar buku," paparnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan Zaenal Arifin menambahkan ini kali pertama pihaknya menerbitkan buku berstatus ISBN. Dengan demikian hal tersebut akan memacu siswa untuk terus mengasah kemampuannya dalam menulis.

"Ini edisi ketiga ISBN. Tapi mengusung tema MPLS ini yang pertama. Sebelumnya ada karya kelas 12 juga yang berstatus nasional. Tahun ini perdana kelas 10 karya antologinya berstatus ISBN," urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved