Persebaya Surabaya
Ribuan Bonek Gelar Aksi di Karanggayam Sikapi Konflik Wisma Persebaya, Satu ini Permintaannya
Ribuan Bonek menghadiri agenda konsolidasi atau penyatuan sikap terkait konflik Wisma Karanggayam, Minggu (5/1/2020).
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Ribuan Bonek menghadiri agenda konsolidasi atau penyatuan sikap terkait konflik Wisma Karanggayam, Minggu (5/1/2020).
Konsolidasi didepan Wisma Persebaya di Jalan Karanggayam No. 1 Surabaya tersebut menghadirkan beberapa pentolan Bonek salah satunya adalah Andie Peci.
Andie Peci menyampaikan beberapa poin hasil pertemuan intinya meminta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka pintu diskusi.
Tidak muluk permintaannya, Andie Peci meminta agar Pemkot Surabaya bisa memberikan hak pakai mess Karanggayam kepada Persebaya Surabaya.
Sebab mess ini memiliki nilai sejarah atas perjalanan klub kelahiran 1927 itu.
Dulunya menjadi tempat tinggal pemain dan menyimpan trofi juara.
"Kita kumpul untuk meminta Pemkot bisa mengembalikan mess ini untuk Persebaya. ini tanah negara dan kita ingin hak pakai untuk Persebaya, bukan hak milik. Minta kita hanya itu saja," ujar Andie Peci, Minggu (5/1/2020).
Ia berharap masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik antara Pemkot Surabaya dan Persebaya.
Meski di lain sisi, perkara mess Karanggayam sudah masuk ke pengadilan.
"Tanggal 7 (Januari) ada sidang lagi. Prosesnya masih panjang. Makanya kalau bisa diselesaikan secara baik-baik saja," imbuh Andie Peci.
Namun, bila tidak ada niatan baik untuk menyelesaikan masalah ini, Andie Peci menjanjikan akan ada aksi yang jauh lebih besar.
"Kita pingin ada jalur dialog. Kalau tidak ada tanggapan maka akan ada aksi yang lebih besar dari sekarang," tutupnya saat jumpa di depan Mess Karanggayam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/andie-peci-menggelar-keterangan-pers-terkait-konflik-wisma-karanggayam.jpg)