Berita Surabaa

Hujan Angin di Surabaya, Pohon Asem Setinggi 5 Meter Tutup Akses ke Masjid Al-Akbar

Sebuah Pohon Asem Londo berdiameter 60 cm dan tinggi lima meyer ambruk menutupi ruas Jalan Pagesangan arah Masjid Al-Akbar, Surabaya.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Parmin
surya.co.id/luhur pambudi
Petugas Romy Sableng Unit Rescue Dinas PMK Surabaya Pos Jambangan mengevakuasi Pohon Asem Londo yang tumbang, Minggu sore (5/1/2020). 

SURYA.co.id  | SURABAYA - Sebuah Pohon Asem Londo berdiameter 60 cm dan tinggi lima meyer ambruk menutupi ruas Jalan Pagesangan arah Masjid Al-Akbar, Surabaya, Minggu (5/1/2020) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya saja akses jalan selebar empat meter menuju ke Masjid Al-Akbar tutup total.

Alhasil arus kendaraan yang datang dari arah perkampungan Pagesangan dibuang ke arah utara.

Sedangkan, arus kendaraan yang datang dari arah Masjid Al-Akbar terpaksa putar balik mencari alternatif memutar.

Menurut Koordinator Pos PMK Jambangan Surabaya Iswanto, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Pihaknya sedang berupaya secepat mungkin mengevakuasi bangkai pohon lantaran hari sudah mulai petang.

"Iya mas, pakai gergaji pohon kami potong dulu," katanya saat ditemui TribunJati.com di lokasi, Minggu (5/1/2020).

Kendati begitu, lanjut Iswanto, pihaknya juga tak bisa sembarangan dalam mengevakuasi pohon tersebut, pasalnya Pohon Asem Londo itu memiliki banyak duri di setiap ruas batang, ranting, ataupun dahannya.

"Apalagi sudah mulai gelap, kami ya harus cepat, ya harus hati-hati," jelasnya.

Menurutnya hujan lebat disertai angin yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB tadi tercatat ada empat lokasi pohon tumbang.

Pohon Sono tumbang di kawasan Jambangan, pohon Trembesi tumbang menimpa rumah kosong di depan sebuah panti di kawasan Mananggal.

Kemudian pohon Asem Londo tumbang menutupi jalan Pagesangan arah Masjid Al-Akbar.

Sedangkan pohon di depan sebuah perumahan di Gayungan, letaknya 100 meter pasca jembatan penyeberangan.

"Kami akan mengeksekusi pohon tumbang yang benar-benar mengganggu, apakah itu jalan, ambruk di rumah. Kalau yang masih doyong nanti diurus pihak DKRTH," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved