Sosok

Puput Ade Wahyuningtyas, Temukan Passion di Bidang Riset

Sejak masuk bangku perkuliahan, Puput Ade Wahyuningtyas telah menekuni bidang riset dengan aktif mengikuti penelitian bersama dosen.

Puput Ade Wahyuningtyas, Temukan Passion di Bidang Riset
Dokumen Pribadi
Puput Ade Wahyuningtyas 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak masuk bangku perkuliahan, Puput Ade Wahyuningtyas telah menekuni bidang riset dengan aktif mengikuti penelitian bersama dosen

Alumnus S2 Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) akhirnya menemukan passion-nya di bidang riset.

Tak tanggung-tanggung, hasil penelitiannya telah dipublikasi di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand.

Berkat keaktifan risetnya, ia berhasil merampungkan studinya dalam kurun waktu 14 bulan dengan predikat cumlaude meskipun aktif dalam pendidikan non akademik.

Pencapaian tersebut merupakan buah kerja kerasnya selama ini.

Mulai dari aktif melakukan penelitian, begadang mengerjakan tugas, menjalankan bisnis yang dirintisnya, hingga pulang pergi ke luar negeri untuk mengikuti kegiatan-kegiatan internasional.

“Saya selalu meningkatkan diri saya untuk menggali potensi diri dengan banyak mengikuti kegiatan akademis dan non akademis. Dan semua itu harus berjalan seimbang,” tutur mahasiswa asal Gresik itu.

Tesisnya yang berjudul “Hepatoprotektif Pasta Tomat terhadap Ekspresi IL-2, Aktivasi Sel Kupffer dan Tingkat Nekrosis Hepar Mencit (Mus musculus) yang Dipapar Boraks” mampu ia selesaikan dengan baik dan dipublikasikan di Thai Journal of Veterinary Medicine.

“Saya sangat tertarik meneliti ini sejak S1 karena ingin mengetahui seberapa besar dampak dari paparan boraks dan potensi pasta tomat dalam pencegahan kerusakan organ yang ada di dalam tubuh. Lalu penelitian ini saya perdalam pada jenjang S2 untuk mengetahui respon imun di dalam tubuh,” terang wisudawan terbaik periode Desember 2019 dengan IPK 3,93 ini.

Tak hanya aktif meneliti, Puput juga aktif mengikuti seminar dan menjadi delegasi di berbagai negara seperti Bangkok, Singapore, Malaysia, dan Jepang.

Ditanya soal kunci kesuksesan, Puput menyebut keluarga berperan besar dalam hidupnya.

“Saya memiliki sosok independent women, yaitu ibu yang luar biasa yang selalu mendukung dan menjadi tempat curhat setiap saat. Selain itu, ada almarhum ayah yang membuat saya lebih terpacu untuk belajar lebih keras. Juga kakak saya, Ardianto Ade Purnama dan keluarga besar yang menjadi support system dalam membantu setiap saat ketika saya butuh,” ungkap putri pasangan Sakrim dan Tasmi.

Bagi Puput, kasih sayang dan perjuangan keluarga adalah pelatuk yang memicunya untuk segera menyelesaikan pendidikan dengan baik dan membuat mereka bangga.

“Saya punya envision goal yang kuat untuk membahagiakan orang tua,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved