Citizen Reporter

Komunitas kesenian Jawa Timur Gelar Pertemuan Bertajuk Kemah Budaya di GOR Desa Kemantren Lamongan

Komunitas kesenian Jawa Timur Gelar Pertemuan Bertajuk Kemah Budaya di GOR Desa Kemantren Lamongan

Citizen Reporter/Agus Buchori
Komunitas kesenian Jawa Timur Gelar Pertemuan Bertajuk Kemah Budaya di GOR Desa Kemantren Lamongan 

SURYA.co.id - Komunitas kesenian di Jawa Timur berkumpul di GOR Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan untuk mengikuti Kemah Budaya.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh pengurus Rumah Budaya Pantura, Lamongan yang berlangsung 2–25 Desember 2019.

Dalam kegiatan yang mengusung tema Revitalisasi Kebudayaan Nusantara menyongsong era-Revolusi Industri 4.0 itu diadakan workshop proses kreatif penciptaan karya seni.

Aktivitas itu meliputi seni teater, seni tari, seni batik, dan seni pedalangan (wayang kontemporer).

Beberapa tokoh lintas Jawa Timur dihadirkan sesuai dengan keahlian masing masing.

Ada Mahendra Cipta (Language Theater Indonesia) Sumenep, Galuh T Utama (Komite Teater Dewan Kesenian Jawa Timur), dan Dody Yan Masfa (Teater Tobong Surabaya) sebagai pemantik materi seni teater.

Tak ketinggalan ada juga Ki Ompong Sudarsono asal Temanggung yang didapuk menjadi pemateri seni pedalangan wayang kontemporer dan workshop membatik diampu tim dari Batik Sendang.

“Saya melihat ada gelombang besar gerakan kebudayaan yang muncul dari wilayah pesisir, termasuk adanya Rumah Budaya Pantura yang menginisiasi Kemah Budaya ini,” ujar Dody.

Kemah Budaya Pantura 2019 ini diikuti kurang lebih 90 peserta yang terdiri atas para pelajar (SMP dan SMA), mahasiswa, komunitas/sanggar kesenian, dan masyarakat umum.

Dengan semangat dan antusias tinggi mereka mengasah diri untuk lebih produktif dalam berkesenian, baik dari dalam Kabupaten Lamongan maupun dari luar daerah.

“Dengan mengikuti Kemah Budaya ini kami mendapat banyak wawasan dan pengalaman baru dalam proses kreatif penciptaan sebuah karya seni. Apalagi dengan metode-metode latihan yang digunakan para mentor ini sangat kreatif dan tidak menjenuhkan,” terang Nuke, mahasiswa peserta yang berasal dari Universitas Trunojoyo Madura.

Fathurrohim, salah satu penggagas Sanggar Rumah Budaya Pantura, mengatakan Rumah Budaya Pantura adalah sebuah sarana kebudayaan yang didirikan atas semangat berkesenian para insan di sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Lamongan.

Komunitas itu lahir atas kesadaran para pemuda yang rindu akan peradaban peninggalan nenek moyang mereka.

“Kami berharap agar komunitas-komunitas kesenian yang menjadi peserta dapat lebih berkembang, kokoh, dan siap untuk bersaing menghadapi era yang semakin canggih,” terang Deni Jazuli, ketua pelaksana kegiatan kemah budaya.

Agus Buchori
Arsiparis, Aktif di Literacy Institute Lamongan
agusbuchori@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved