Jumat, 15 Mei 2026

Berita Tulungagung

1 Speed Boat dan 3 Mesin Kapal Nelayan Pantai Klathak Tulungagung Hilang Dicuri

Sebuah speed boat milik pelaku usaha wisata dan tiga mesin kapal milik nelayan dicuri dari lokasi penambatan, di Pantai Klathak Tulungagung

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
istimewa/dok pribadi
Warga Tulungagung, Andik Setiyono (35), saat berfoto dengan speed boat miliknya yang kini hilang dicuri. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sebuah speed boat milik pelaku usaha wisata dan tiga mesin kapal milik nelayan dicuri dari lokasi penambatan, di Pantai Klathak, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Diduga, speed boat dan tiga mesin kapal ini dicuri sejumlah orang yang sudah hapal situasi di lokasi penambatan perahu ini.

Para pelaku beraksi pada Rabu (1/1/2020) malam dan baru diketahu pada Kamis (2/1/2020) pagi.

“Waktu itu kami kondisi lelah setelah tahun baru, terus kondisi listrik di Pantai Klathak juga sedang padam,” ungkap Andik Setiyono (35), pemilik Gemah water Sport yang kehilangan speed boat.

Sedangkan tiga mesin kapal yang hilang semuanya mempunyai daya 25 PK, di antaranya adalah mesin bantuan dari pemerintah kepada kelompok nelayan yang diketuai Sumiran.

Atas kejadian ini, Andik dan dua nelayan sudah melapor ke Polsek Besuki hari ini, Jumat (3/1/2020).

“Total nilai barang yang hilang sekitar Rp 150 juta. Di speed boat itu juga ada berbagai peralatan wisata, seperti pelampung,” ungkap Andik.

Pelaku juga sempat mencuri tiga jeriken bensin yang ada di perahu nelayan.

Dengan tiga jeriken bensin itu, Andik memperkirakan speed boat miliknya bisa berjalan selama dua jam di laut.

Andik juga telah meminta tolong kepada komunitas nelayan di Blitar dan Trenggalek, jika ada yang melihat speed boat miliknya.

Speed boat yang hilang berwarna merah, dengan tulisan 16X di lambung, dan speed di bagian depan, serta bermesin Yamaha.

Masih menurut Andik, speed boat miliknya juga pernah hilang pada pertengahan tahun 2019 silam.

Saat itu pelaku datang dari arah laut menggunakan rakit drum yang dibelah.

“Paginya saya diberi tahu nelayan, kalau speed boat saya dilepas di tengah laut,” ungkap Andik.

Speed boat itu kemudian ditemukan oleh nelayan di Pantai Popoh.

Saat itu si penemu minta tebusan sebesar Rp 5.000.000, namun hanya disangggupi Rp 3.000.000 oleh Andik.

Kapolsek Besuki, AKP Sumaji mengaku baru menerima laporan dari para korban.

“Kami baru menerima laporan, dan secepatnya akan kami lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved