Berita Surabaya

Sopir Sakti Kurnia Mengaku Tidak Kapok Lewat Jalan Tol meskipun telah Terkena Denda Jutaan Rupiah

Sakti Kurnia saat melakukan video siaran langsung susai kehilangan kartu toll dan petugas menghitung denda terhadap Sakti Kurnia.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Parmin
surya.co.id/febrianto ramadani
Sakti Kurnia saat melakukan video siaran langsung usai kehilangan kartu toll dan petugas menghitung denda terhadap Sakti karena tidak bisa menunjukkan kartu toll. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Seorang pengguna jalan tol, Sakti Kurnia, terkena denda Rp 1.002.000 usai kehilangan kartu E Toll miliknya karena dicuri orang seusai mengisi saldo.

Akibatnya, ia tidak bisa menunjukkan kartunya tersebut saat turun ke gerbang Tol Mojokerto (Penompo).

Dari video yang ia unggah di Facebook pada (19/12/2019) Pukul 11.53 Wib, Sakti membagikan kisahnya dengan mengenakan kaus warna merah selama 2 menit.

Sakti menghimbau kepada para pengguna jalan tol dan teman-teman driver jangan sampai kehilangan kartu e-Toll.

“Karena kalau e-Toll hilang akan dikenakan tarif dua kali lipat dari rute terjauh. Ini saya dari Gerbang Tol Banyumanik turun ke gerbang tol Mojokerto (Penompo) jadi saya harus bayar satu juta dua ribu rupiah," ujarnya dalam video tersebut.

Saat perjalanan pulang, ia sempat mengisi saldo e-Toll. Akan tetapi ia tidak menyebut lokasi saat mengisi saldo e toll. 

Namun, tanpa diketahui kartu e-Toll miliknya hilang saat keluar pintu gerbang Tol Penompo, Kecamatan Jetis.

"Saya tadi malam itu habis isi saldo e-Toll, terus hilang dicuri orang. Ya inilah kita harus lebih berhati-hati, ini katanya resmi memang begitu ada bukti kuitansi dan petugasnya," ungkapnya.

Saat dihubungi Surya.co.id via chat Facebook,  Sakti mengaku, masalah tersebut sudah diselesaikan dengan pihak terkait.

“Wes beres mase (sudah beres mas),” ujarnya, Kamis malam (26/12/2019).

Pria yang sehari hari bekerja sebagai sopir truk tersebut memaparkan, selama ini ia belum tahu soal Peraturan Pemerintah tentang pengguna jalan tol.

“Endak ada rasa trauma setelah kehilangan kartu tol. Saya baru sadar kalau ada peraturan itu. Cuman saya selama ini belum tahu,” jelas pria asal Banyuwangi tersebut.

Sakti berharap, para sopir lainnya lebih berhati hati serta waspada dalam berkendara di setiap jalan bebas hambatan tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved