Berita Inovasi

Inovasi: Berkat Aplikasi ini Penyandang Tuna Rungu Bisa Berinteraksi seperti Orang Normal

Aplikasi berbasis android dilengkapi dengan teknologi Speech Recognition dan Augmented Reality ini guna membantu para penderita tuna rungu.

Inovasi: Berkat Aplikasi ini Penyandang Tuna Rungu Bisa Berinteraksi seperti Orang Normal
surya.co.id/zainel arif
Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya memeragakan aplikasi karyanya dalam Sofware Expo 2020 di Hall D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Kamis (2/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gangguan pendengaran atau tuli merupakan hilangnya kemampuan untuk mendengar bunyi dalam cakupan frekuensi yang normal.

Penyandang disabilitas sering kali dianggap tidak produktif, tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga hak-hak tuna rungu diabaikan.

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang terdiri dari, Raka, Alif, dan Faiz menciptakan aplikasi 'Tulibot'.

Aplikasi berbasis android dilengkapi dengan teknologi Speech Recognition dan Augmented Reality ini guna membantu para penderita tuna rungu.

"Tulibot merupakan suatu perangkat lunak dan perangkat keras untuk membantu para penderita tuna rungu, sehingga dapat berkomunikasi seperti orang normal," kata Raka dalam acara Sofware Expo 2020 di Hall D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Kamis (2/1/2020).

Aplikasi ini di integrasikan kesebuah kacamata pintar yang dapat menampilkan kalimat yang diucapkan oleh lawan bicara secara real-time melalui fitur Live Caption.

Selain itu, Tulibot juga menggunakan perangkat keras yang dapat membantu para penderita tuna rungu untuk dapat berkomunikasi layaknya masyarakat pada umumnya.

Perangkat menggunakan sistem embedded yang dipasang pada kacamata pintar.

"System ini dibuat guna untuk mengirim data suara dengan menggunakan Bluetooth Module dan menampilkan data tersebut ke kacamata pintar dengan menggunakan arduino nano yang kemudian data tersebut dikirimkan ke OLED Display Module yang kemudian hasilnya akan tampil pada kacamata," ujar raka

Raka menjelaskan cara kerja alat ini, mulai dari merekam kurei dan disimpan di cloud storage kemudian audio dirubah menjadi text dengan google API text to Speech, lalu mengirim data google API pada Microkontroler, setelah itu menampilkan data pada OLED Display Module.

Terdapat dua fitur pada aplikasi Tulibot yaitu Smart Glass Mode dan VR Mode.

"Pada fitur Smart Glass Mode akan terkoneksi pada kacamata pintar khusus yang telah didesain untuk dapat melihat hasil Live Caption didepan mata pengguna, sedangkan pada fitur VR Mode bekerja didalam ponsel saja dan menggunakan kamera ponsel untuk dapat melihat lawan bicara dan Live Caption," pungkasnya.

Aplikasi unik ini mendapat respon positif, karena mampu memberikan solusi untuk penyandang disabilitas tuna rungu untuk berkomunikasi seperti orang pada umumnya.

"Aplikasi Tulibot ini semoga dapat di produksi secara massal karena saya yakin akan sangat berguna untuk tuna rungu diluar sana dalam memudahkan berkomunikasi, tentunya dengan dukungan semua pihak," kata Maulidya Anggraini Mahasiswi Teknik Telekomunikasi.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved