Sosok

Ellen Violetta: Bikin Kemasan Jamu Beras Kencur Gabungkan Unsur Modern dan Tradisional 

Minimnya peminat anak muda mengonsumsi minuman herbal membuat Ellen Violetta berinovasi packaging minuman jamu beras kencur.

Ellen Violetta: Bikin Kemasan Jamu Beras Kencur Gabungkan Unsur Modern dan Tradisional 
surya.co.id/sulvi soviana
Ellen Violetta 

SURYA.co.id | SURABAYA - Minimnya peminat anak muda mengonsumsi minuman herbal membuat Ellen Violetta berinovasi packaging minuman jamu beras kencur.

Menurut mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) itu, salah satu penyebab minimnya minat anak muda terhadap jamu karena faktor kemasan.

Kemasan jamu yang ada saat ini kurang menarik secara visual sehingga mengurangi minat orang untuk mencoba atau membeli produk jamu.

Mahasiswa semester tujuh ini membuat kemasan jamu beras kencur dengan menggabungkan kesan modern dan tradisional.

"Beras kencur saya pilih karena memiliki banyak manfaat, selain itu beras kencur juga memiliki satu problem yaitu endapan di dasar botol yang merupakan sari beras kencur. Endapan inilah bagi orang awam dan anak-anak muda yang belum pernah mencoba beras kencur, menganggap bubuk tersebut ampas,"ujarnya.

Padahal,lanjutnya, bubuk yang ada di dasar botol sebenarnya merupakan sari beras kencur yang bermanfaat. Sehingga sebelum meminumnya harus di balik atau kocok terlebih dahulu agar mendapatkan menfaatnya.

Berangkat dari problem tersebut, Ellen mendesain tiga hal yaitu label botol, box dan sachet.

"Desain label pada botol, saya mencoba menggelitik rasa penasaran orang. Kemasan botolnya menggunakan botol kaca agar tidak menambah limbah plastik dan mudah di daur ulang kembali,"urainya.

Ia menjelaskan jika kemasan botol berdiri normal maka terlihat wajah seorang ibu-ibu layaknya penjual jamu akan tetapi jika dibalik maka terlihat seperti wajah tuan putri.

" Jadi harapannya dapat mengundang rasa penasaran karena ingin melihat seperti apa wajahnya bila di balik dan pada akhirnya sari tersebut turun kebawah dan tercampur,” ujar Ellen mahasiswi angkatan 2016.

Sedangkan desain pada box dan sachet memiliki ilustrasi seperti di atas, yang mana gambar tersebut merupakan proses membuat jamu zaman dahulu.

Ada proses menumbuk, memasak kemudian dituang dalam botol lalu di jual berkeliling dengan cara digendong.

"Saya juga menambahkan motif batik dalam kemasan jamu agar tetap mengingat bahwa minuman jamu ini merupakan bagian dari Indonesia dan tak melupakan bahwa zaman dahulu ibu-ibu menjual jamu dengan ciri khas menggunakan rok panjang batik,"urainya

Inovasi unik Ellen bahkan berhasil meraih juara 1 untuk kategori Packaging Design dalam kompetisi Ultigraph yang digelar oleh Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved