Grahadi

Beranda Grahadi

Khofifah Target Elektrifikasi Jatim Tahun 2020 Capai 98,5 Persen, Prioritas Selesaikan Madura

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mematok target besar di tahun 2020, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan elektrifikasi di Jawa Timur.

Khofifah Target Elektrifikasi Jatim Tahun 2020 Capai 98,5 Persen, Prioritas Selesaikan Madura
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mematok target besar di tahun 2020, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan elektrifikasi di Jawa Timur.

Sebab hingga akhir tahun 2019 lalu, sebanyak 2,37 persen rumah tangga di Jawa Timur masih belum teraliri listrik.

"Sesuai dengan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Timur, kami menarget di tahun 2021 seluruh Jawa Timur teraliri listrik. Nah sampai akhir tahun 2019 pencapaian rasio elektrifikasi kita mencapai 97,63 persen," kata Khofifah di sela ibadah umrohnya, Rabu (1/1/2020).

Oleh sebab itu menyongsong tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) ditegaskan Khofifah akan berupaya keras menyisir daerah pemukiman warga yang masih belum mendapatkan aliran listrik berbasis rumah tangga.

Di tahun ini Khofifah mematok Jatim bisa melakukan kenaikan perluasan elektrifikasi sebesar 0,87 persen dibandingkan pencapaian elektrifikasi di tahun 2019.

"Tahun 2020 ini kita target rasio elektrifikasi Jawa Timur mencapai 98,5 persen," tegas wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Upaya yang dilakukan selain masuk ke wilayah yang elektrifikasinya rendah juga melakukan maksimalisasi program rumah tinggal layak huni.

Di tahun ini target akan ada 10.000 yang mendapatkan Program Rutilahu. Item dalam Program Rutilahu mulai tahun ini ditegaskan Khofifah ditambahkan komponen elektrifikasi.

Sehingga ia ingin dalam pelaksanaan Rutilahu rumah warga yang belum dapat listrik juga seklian diberi aliran listrik berbasis rumah tangga. Agar warga saat masuk rumah sudah tersedia listrik.

"Tahun ini kita ingin fokus ke 22 pulau di Kabupaten Sumenep. Jadi yang tertinggi daerah yang belum teraliri listrik berbasis rumah tangga adalah Sumenep kepulauan, kedua Sampang dan Bondowoso. Itu adalah tiga daerah terbesar yang belum teraliri listrik," tegas Khofifah.

Lebih lanjut gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini mengatakan, kebutuhan listrik menjadi kebutuhan dassr yang harus dipenuhi pada masyarakat.

Dengan harapan multiplayer effectnya bisa dirasakan masyarakat. Mulai untuk mendapatkan air bagi masyarakat di pedesaan, mendapatkan penerangan saat anak-anak belajar dan seterusnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved