Grahadi

Beranda Grahadi

Bapenda Jatim Akan Berlaku Tegas di Tahun 2020 Ini, Bakal Tarik Pajak Mobil Mewah Door to Door

Data Bapenda Jatim, total ada sebanyak 7.628 mobil mewah di Jawa Timur, 610 unit objek pajak belum melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotornya

Bapenda Jatim Akan Berlaku Tegas di Tahun 2020 Ini, Bakal Tarik Pajak Mobil Mewah Door to Door
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Kepala Bapenda Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno (tengah). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (Bapenda Jatim) akan berlaku tegas dalam menarik pajak mobil mewah di tahun 2020 ini.

Di triwulan pertama tahun 2020, Bapenda akan menurunkan tim CETTAR untuk door to door mengingatkan para wajib pajak pemilik mobil mewah yang jatuh tempo di akhir tahun 2019 maupun 2020 untuk segera melaksanakan tanggung jawabnya. 

Kepala Bapenda Provinsi Jawa Timur, Boedi Prijo Soeprajitno mengatakan upaya door to door adalah inovasi Bapenda Jawa Timur dalam melakukan jemput bola pada wajib pajak.

Namun ia memastikan bahwa door to door yang dilakukan bukan berupa menagih secara keras. Melainkan mengingatkan wajib pajak dan dilakukan dengan etika yang baik.

"Kita namakan mereka (pemilik mobil mewah) sebagai wajib pajak prioritas. Jadi kita jemput bola. Sebelum kita datangi, mereka kita call dulu, baru kita datangi door to door," kata Boedi, pada Surya.co.id, Rabu (1/1/2020).

"Saat datang ke wajib pajak kita ingatkan jatuh tempo pajak mobil mereka satu bulan lagi, mau langsung dibayar di kantor atau sekarang saat tim kami datang," kata Boedi.

Pelaksanaan door to door tim CETTAR ini akan dilakukan mulai bulan Januari hingga Maret. Pasalnya cukup banyak mobil mewah Jawa Timur yang jatuh tempo di tahun 2020.

Berdasarkan data Bapenda total ada sebanyak 7.628 mobil mewah di Jawa Timur. Mobil mewah di sini adalah kendaraan roda empat yang harganya lebih dari Rp 700 juta.

Dari total mobil mewah tersebut sebanyak 610 unit objek pajak belum melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotornya.

"Dari 610 itu sebanyak 40 persennya memang jatuh tempo di tahun 2019, sedangkan 60 persennya jatuh tempo di tahun 2020. Makanya kita akan gas pol, untuk menarik potensi pendapatan pajak," katanya.

Sebab jika ditotal dari 610 unit objek pajak tersebut potensi pendapatan Pemprov Jatim mencapai Rp 10 miliar. Sedangkan hingga akhir tahun 2019 baru terkumpul Rp 2 miliar saja dari pajak kendaraan bermotor jenis mobil mewah. Sehingga sisanya harus dimaksmalkan di tahun 2020.

Lebih lanjut Tim CETTAR akan banyak bekerja menyisir door to door di wilayah Kota Surabaya. Sebab disampaikan Boedi, mayoritas atau tepatnya sebanyak 80 persen mobil mewah di Jatim ada di Surabaya. Kemudian baru di Sidoarjo dan sekitarnya.

Dikatakan Boedi langkah sosialisasi akan adanya upaya door to door ini optimistis akan membuat wajib pajak kian tergerak melaksanakan kewajibannya.

Sebab saat rencana ini mulai disosialisasikan saja ada wajib pajak memilik mobil mewah Rolls Royce bergegas menghubungi Bapenda dan melakukan pembayaran.

"Tadi saja langsung ada Rolls Royce sudah melunasi pembayaran pajaknya sekitar Rp 810 juta. Sepertinya khawatir kena door to door.  Lalu juga ada Merci dari Bangkalan. Tapi yang ingin saya tekankan tim ini bukan upaya mengistimewakan ya namun lebih pada upaya supaya wajib pajak bisa segera melunasi tanggung jawab, maka yang belum bayar paja kita ketuk pintunya," pungkas Boedi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved