Berita Bojonegoro

Ekonomi Migas Bojonegoro Tahun 2019 Turun 4,41 Persen, Non Migas Tumbuh 5,56 Persen

Pertumbuhan ekonomi minyak dan gas bumi (migas) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di tahun 2018 menurun tiga tahun terakhir.

Ekonomi Migas Bojonegoro Tahun 2019 Turun 4,41 Persen, Non Migas Tumbuh 5,56 Persen
SURYA.co.id/M Sudarsono
Lapangan Migas Banyu Urip Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Ltd di Kabupaten Bojonegoro 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Pertumbuhan ekonomi minyak dan gas bumi (migas) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di tahun 2018 menurun tiga tahun terakhir.

Hal ini berbanding terbalik dengan laju pertumbuhan ekonomi di sektor non migas di tahun yang sama.

Di tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di bidang migas menurun menjadi 4,41 persen, sedangkan untuk non migas jsutru meningkat menjadi 5,56 persen.

"Laju pertumbuhan ekonomi di bidang migas menurun, untuk non migas meningkat," kata Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, saat refleksi akhir tahun di Pendopo Malowopati, Selasa (31/12/2019).

Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Ike Widyaningrum menyatakan, pertumbuhan Produk domestik regional bruto (PDRB) dengan migas memang melambat dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan puncak produksi minyak di Bojonegoro sudah lewat, sehingga di tahun ini laju ekonomi migas menurun.

"Tahun ini menurun dibandingkan 2015-2017," ujar Widya.

Menurut dia, melambatnya pertumbuhan PDRB dengan migas dipengaruhi tidak hanya produksi minyak per barel, tetapi juga adanya fluktuasi harga minyak mentah dunia, lifting, dan lainnya.

Sementara pertumbuhan Produk PDRB non Migas lebih tinggi dari migas, karena ada 17 komponen atau indikator tumbuhnya perekonomian di luar migas yang bagus.

"Non migas bisa dari industri pengolahan, perdagangan besar, jasa reparasi, akomodasi, dan jasa makan minum. Sedangkan Produksi minyak di Bojonegoro yang berasal dari Lapangan Banyu Urip, Lapangan Sukowati dan Field Cepu," pungkasnya.

Data laju pertumbuhan PDRB dengan migas tahun 2014 menunjukkan angka 2,29 persen, lalu tahun 2015 meningkat di angka 17,42 persen, tahun 2016 meningkat lagi hingga 21,95 persen, dan berangsur menurun tahun 2015 10,26 persen dan tahun 2018 menurun hingga 4,41 persen.

Untuk pertumbuhan PDRB non Migas cenderung stabil. Di tahun 2014 sebesar 6,06 persen, tahun 2015 sebesar 5,70 persen, tahun 2016 sebesar 5,59 persen, tahun 2017 sebesar 5,50 persen, dan tahun 2018 sebesar 5,66 persen.

Di tahun 2019, laju ekonomi baik di bidang Migas maupun non migas ditarget naik 5-6 persen.(nok)

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved