Berita Malang Raya

Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jurnalis Malang Raya Rp 3,9 Juta, masih Ada Wartawan Bergaji Rp 1,4 Juta

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang merilis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wartawan di Malang Raya Rp 3,9 juta.

Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jurnalis Malang Raya Rp 3,9 Juta, masih Ada Wartawan Bergaji Rp 1,4 Juta
surya.co.id/zainuddin
AJI Malang saat merilis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) bagi jurnalis Malang Raya. 

SURYA.co.id | MALANG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang merilis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wartawan di Malang Raya Rp 3,9 juta.

Tapi, masih ada perusahaan media di Malang Raya yang menggaji jurnalisnya Rp 1,4 juta.

KHL yang dirilis AJI Malang ini sesuai hasil survei pada Desember 2019.

Sekretaris AJI Malang Zainul Arifin mengatakan saat ini perusahaan media mulai mengembangkan lini bisnis di bidang pers, termasuk mengembangkan konsep media konvergensi dengan multiplatform.

Kondisi ini menuntut jurnalis multi tasking. Jurnalis tidak hanya menulis laporan berbentuk teks, tapi juga mengambil video dan foto.

Tapi sesuai survei AJI Malang, mayoritas perusahaan media di Malang Raya menggaji jurnalisnya di bawah standar.

“Ada perusahaan media yang menggaji jurnalisnya di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Malang 2019 sebesar Rp 2.668.420,” kata Zainul kepada SURYAMALANG.COM, Senin (30/12/2019).

Selain itu, ada perusahaan media yang abai melindungi jurnalisnya dengan jaminan kesehatan.

Zainul mencontohkan perusahaan media yang hanya menggaji jurnalisnya sebesar Rp 1,4 juta tanpa disertai mengikutkan menjadi peserta Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dengan upah hanya Rp 1,4 juta, jurnalis tentu sulit mendaftar menjadi peserta BPJS secara mandiri.

Halaman
12
Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved