Pilwali Surabaya

Begini Program Cak Har Bantu Tingkatkan Ekonomi Warga Eks Lokalisasi Dolly Surabaya

Bakal Calon Walikota Surabaya Hariyanto menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk Bangkitkan Ekonomi Dolly

SURYA.co.id/Bobby Constanine Koloway
Bakal Calon Walikota Surabaya yang juga Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya, Hariyanto saat berdialog dengan warga yang tinggal di eks lokalisasi Dolly, Senin (30/12/2019). 

SURYA.co.id, SURABAYA – Bakal Calon Walikota Surabaya yang juga Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya, Hariyanto menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi warga eks-lokalisasi Dolly.

Menurutnya, Kampung eks lokalisasi Dolly telah beralih menjadi kampung "Sadar Hukum".

Tak berhenti di situ, kampung yang pernah menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara ini berpotensi menjadi kampung percontohan di Kota Surabaya ke depan.

Hal ini ditegaskan oleh Hariyanto saat berdialog dengan warga yang tinggal di eks lokalisasi Dolly, Senin (30/12/2019).

Mengusung tema "5 Tahun Sudah Penutupan Lokalisasi Jarak Dolly Surabaya" dialog ini diikuti oleh ratusan warga setempat.

Dari diskusi tersebut, masih banyak warga yang mengeluhkan sulitnya menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Warga Dolly dan Jarak ini ingin hijrah ke jalan yang benar dan baik.

Hijrah inilah yang harus kita dorong oleh semua elemen masyarakat, termasuk Pemkot Surabaya," kata Hariyato seusai acara dikutip dari rilis yang diterima Surya.co.id di hari yang sama.

Hariyanto mengutarakan bahwa warga Dolly-Jarak menginginkan ekonomi terus bergerak pasca ditutupnya lokalisasi.

"Warga juga ingin ekonomi tetap meningkat pasca ditutup. Sebab, mereka juga mendapat efek. Inilah yang menyebabkan timbulnya masalah baru," terangnya.

Oleh sebab itu, pengembangan perekonomian kerakyatan di kawasan ini harus dimulai dari pembentukan Kesadaran Hukum.

Hal ini untuk pemberdayaan masyarakat pasca lima tahun Penutupan Dolly-Jarak.

Menurutnya, masyarakat merasakan beratnya memulai usaha UMKM atau usaha rintisan.

Menghadapi perubahan revolusioner seperti itu, diperlukan komitmen ”Hijrah Ekonomi” yang dilatari kesadaran hukum.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved