Breaking News:

Berita Surabaya

Tim ITS Buat Aplikasi DTSS, Prof Mochamad Ashari: Sekolah Bisa Menjadi Pusat Pengembangan Produk

Bekerja sama dengan Dindik Jatim, ITS membuat aplikasi Double Track Support System (DTSS).

SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Rektor ITS, Prof Mochamad Ashari bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan Festival SMA Double Track di JX International Expo, Minggu (29/12/2019). 

SURYA co.id | SURABAYA - Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) membuat aplikasi Double Track Support System (DTSS).

Aplikasi ini menjadi tindaklanjut dari pelaksanaan Program SMA/MA Double Track (DT) yang telah berjalan sejak tahun 2018.

Rektor ITS, Prof Mochamad Ashari mengungkapkan dengan adanya program SMA/MA DT ini telah menjadikan sekolah sebagai pusat pelatihan. Setelah berhasil ditingkatkan maka sekolah bisa menjadi pusat pengembangan produk.

Setelah itu, harus bisa menyentuh siswa agar bisa mendapatkan manfaatnya dengan menjadikan sekolah sebagai pusat transaksi pasar komunitas.

"Saat ini siswa yang sudah memiliki produk diajarkan bagaimana bisa melakukan jual beli tidak hanya secara offline tapi juga online. Apalagi ada 30 persen dari total sekolah yang sudah mulai menghasilkan dan mengembangkan produk yang mereka hasilkan," paparnya ditemui di Festival SMA Double Track di JX International Expo, Minggu (29/12/2019).

Dengan demikian, lanjut Prof Mochamad Ashari, DTSS dapat mendukung kegiatan ekstra kurikuler yang berbasis pada peningkatan keterampilan (skill) untuk menekan angka pengangguran lulusan SMA dan menaikkan IPM Jawa Timur.

IA merinci, DTSS terdiri dari lima aplikasi. Pertama, aplikasi admindt.net yang merupakan aplikasi pengelolaan data sekolah penyelenggara Program DoubleTrack yang terdiri dari data siswa peserta program, absen dan aktivitas kegiatan proses pelatihan dan foto-foto kegiatan pelatihan.

Kedua, aplikasi ruangtraining.net, dalam bentuk portal pelatihan yang ditujukan bagi anak muda Indonesia dengan menawarkan beragam pilihan pengembangan diri untuk mengikuti pelatihan ketrampilan meliputi bidang desain grafis, fotografi, videografi, fashion technology, tata boga, kelistrikan.

"Ketiga, ruangujian.net, yang merupakan portal aplikasi untuk ujian sertifikasi berbasis CBT (Computer Based Testing) untuk mengetahui level kompetensi calon tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan," urainya.

Terdapat berbagai level ujian yang bisa diikuti secara online. Kelulusan ditentukan oleh kualitas pengetahuan dan ketrampilan yang dievaluasi langsung oleh tim ahli melalui aplikasi.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved