Grahadi

Beranda Grahadi

SMA dan MA Double Track Jadi Inovasi Jawa Timur Turunkan Angka Pengangguran

Harapan Khofifah, anak-anak generasi muda yang sangat friendly dengan digitalisasi mereka siap untuk masuk ke market place.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
TURUNKAN PENGANGGURAN - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat hadir membuka Festival SMA Double Track yang diselenggarakan di Jatim International Expo, Minggu (29/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program SMA Double Track dan Madrasah Aliyah Double Track menjadi inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menciptakan lapangan kerja dan menurunkan angka pengangguran.

Pasalnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Timur berdasarkan data BPS yang dirilis awal November 2019, mencapai 3,92 persen.

Diharapkan dengan program inovasi SMA Double Track dan Madrasal Aliyah Double Track ini, per tahun di Jawa Timur akan ada 600 ribu tenaga kerja yang terjawab kebutuhan lapangan kerjanya dari 800 ribuan angkatan kerja baru yang tumbuh setiap tahunnya di Jatim.

"Presiden memberikan arahan agar kita terus berinovasi menciptakan lapangan kerja. Dengan SMA dan MA Double Track ini melakukan inovasi kami untuk menciptakan lapangan kerja," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai hadir membuka Festival SMA Double Track yang diselenggarakan di Jatim International Expo, Minggu (29/12/2019).

Di Festival SMA Double Track tersebut, ada sebanyak 157 sekolah dari 28 kabupaten kota yang memamerkan karya dan kreasi dari keterampilannya yang didapat dari program sekolah double track.

Daerah yang memiliki SMA dan MA Double Track diprioritaskan adalah daerah yang butuh didorong perkembangan ekonominya dan pemenuhan lapangan kerjanya

Sebagaimana diketahui, hingga kini total ada sebanyak 23.052 siswa yang menempuh pembelajaran di sekolah double track dan dibina oleh 704 trainer.

"Saat ini sekitar 65 anak-anak SMA Jawa Timur tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Dalam angka tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur itu tertinggi adalah lulusan SMK kedua lulusan SMA," kata Khofifah.

Oleh sebab itu dibutuhkan langkah upaya agar bagaimana lulusan SMA SMK yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi pun masih punya opsi bekerja dengan bekal skill atau menciptakan lapangan kerja sendiri dengan keterampilan yang dimiliki.

"Maka cipta lapangan kerja dengan inovasi SMA double track kemudian diikuti oleh Madrasah Aliyah double track tentu diharapkan dari setiap tahun dari sekitar 800.000 angkatan kerja baru di Jawa Timur itu akan terjawab kebutuhan lapangan kerja sekitar 600 ribuan," kata Khofifah.

Tentu ini bukan satu-satunya, ia ingin agar program ini disinergikan dengan program Millenials Job Center maupun program One Pesantren One Product.

Harapan Khofifah, anak-anak generasi muda yang sangat friendly dengan digitalisasi mereka siap untuk masuk ke market place. Dan pemerintah akan mendorong kemudahan akses modal. Terutama dengan memanfaatkan adanya peluang mendapatkan pinjaman lunak Kredit Usaha Rakyat (KUR)

"Tahun depan ada sebanyak Rp 190 trilliun dana APBN untuk KUR dengan bunga pinjaman 6 persen per tahun, maka mereka yang misalnya ingin membuat salon sendiri, bengkel sendiri, bisa sangat terbantu dengan mudahnya akses modal," tegasnya.

SMA dan MA Double Track sendiri memberikan bekal tujuh keahlian pada siswanya. Yaitu multimedia, teknik listrik, teknik elektro, tata busana, tata boga, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved