Panahan

150 Pemanah dari 4 Provinsi Ikuti Kejuaraan FAST Internal Archery Championship di Surabaya  

Sebanyak 150 atlet panahan dari empat provinsi ambil bagian dalam kejuaraan FAST Internal Archery Championship Stage 2 di di Surabaya.

150 Pemanah dari 4 Provinsi Ikuti Kejuaraan FAST Internal Archery Championship di Surabaya  
foto:dokumen FAST
Para Atlet FAST di Lapangan KONI Jatim, Minggu (29/12/2019).  

SURYA.co.id, SURABAYA – Sebanyak 150 atlet panahan dari empat provinsi ambil bagian kejuaraan FAST Internal Archery Championship Stage 2 di lapangan panahan KONI Jatim di Surabaya.

Kejuaraan yang digelar oleh FAST (Fany Anak Sukses Terbaik) Archery Academy Jatim ini dan hanya khusus untuk anggota Fast, berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (27-29/12/2019).

 "Pada stage kedua ini, pesertanya ada 16. Terdiri dari 13 daerah di Jatim dan tiga Provinsi, yaitu Bali, Kalimantan Barat dan Tengah," jelas Fany Andyanto, Ketua FAST Archery Academy Jatim, Minggu (29/12/2019).

Ditambahkan Fany, ajang ini rutin digelar dua kali dalam setahun dan wajib diikuti oleh semua klub anggota Fast.

"Ini wajib untuk semua anggota Fast, kali ini diikuti 150 atlet dari total jumlah 400 atlet yang ada di FAST," ucap pria yang juga menjadi Wakil Ketua III Bidang Dana Pengprov Perpani Jatim tersebut.

Kejuaraan ini rutin digelar agar bakat-bakat dari anggota Fast, terutama di daerah bisa terpantau dan bisa dimaksimalkan dengan baik.

"Karena saya ingin Fast berkembang di daerah dan temen-temen bisa merasakan manfaat dari Fast itu sendiri di jatim dan luar Jatim dari segi bisnis dan prestasi juga,” tegasnya.

Lebih khusus dikatakan Fany agar pihaknya bisa memaksimalkan kemampuan para atlet-atlet panahan anggota Fast yang ada di Jawa Timur.

Tentang keseriusan itu, Fany sampaikan ada perlombaan khusus kelas Paralon bagi atlet asal Jatim.

"Ketua Pengprov (Panahan) mengadakan perlombaan kelas Paralon Sejatim, biar juga bisa Paralon berkembang, ada sekitar 100 atlet se-Jatim," ucap Fany.

Adanya Fast, dijelasakn Fany bukan berarti akan menjadikanan pemecahan dari klub-klub yang ada sebelumnya, tujuannya agar atlet di klub bisa berkambang secara maksimal.

"Kita tidak bersaing dengan klub-klub panahan, karena even ini internal Fast. Tapi, kalau di luar Fast tentu yang namanya kompetisi pasti berkompetisi semuanya," ucapnya.

Karena hanya event bersifat internal, Fany sampaikan tidak ada perlombaan anter daerah untuk merebut juara umum.

"Fast Internal tidak ada juara umum, karena kami istilahnya tidak ada ranking, baru kalo Kejurda, baru ada juara umum," pungkas Fany Andyanto.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved