Berita Ngawi

4 Siasat Keji Iqbal Membunuh Wanita yang Mayatnya Tak Berbusana di Ngawi, Cari Mangsa dari Penjara

Terungkap siasat keji M Iqbal Maulana (20) seusai membunuh Bella Diar Ulul Azmi (28) yang mayatnya dibuang di Kebun Jagung petak 51 Ngawi.

surya/rahadian bagus
4 Siasat Keji Iqbal Membunuh Wanita yang Mayatnya Tak Berbusana di Ngawi, Cari Mangsa dari Penjara 

"Hasil otopsi tidak ada perkosaan, jadi kematian korban karena benda tumpul," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Khoirul Hidayat, ketika dikonfirmasi, Jumat (27/12/2019) di Mapolres Ngawi.

AKP Khoirul menuturkan, selain dari pengakuan pelaku, hal ini juga dibuktikan dari hasil visum et refertum, RS Bhayangkara Kediri oleh dr. Mustika Spf, swab vagina negatif tidak ada perkosaan.

"Jadi itu hanya pengalihan yang dilakukan terangka agar seolah-olah korban pemerkosaan," kata Khoirul.

3. Jual motor korban via Facebook

Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto, didampingi Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Khoirul Hidayat, menunjukkan barang bukti dan pelaku.
Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto, didampingi Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Khoirul Hidayat, menunjukkan barang bukti dan pelaku. (Foto Humas Polres Ngawi)

Setelah membunuh korban, pelaku menawarkan motor korban di facebook, dan dibeli seorang pria Miskano (28) warga Desa Katerungan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidorarjo.

"Motor milik korban ini sudah terjual, dijual tersangka dengan harga Rp 4.650.000 di wilayah Krian," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Khoirul Hidayat, ketika dikonfirmasi, Jumat (27/12/2019) di Mapolres Ngawi.

Selain mengambil sepeda motor Honda Beat warna hitam AE 3156 JD milik korban, pelaku juga membawa ponsel merk Huawei milik korban.

"Uang hasil menjual motor oleh pelaku dibelikan handphone Oppo A5 dan uang yang tersisa tinggal Rp 210 ribu," ujarnya.

Saat ini, Iqbal dan Miskano (pembeli motor) ditahan di Polres Ngawi untuk menjalani pemeriksaan.

"Untuk pelaku, dijerat dengan pasal 338 dan 365 KUHP terkait dengan pembunuhan dengan ancaman 15 tahun. Sedangkan untuk penadah, dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun," imbuhnya.

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved