Breaking News:

Berita Jember

Vegetasi Beragam, 20 Jenis Burung Ini Berkembang Biak di Area Kampus Universitas Jember

Puluhan jenis burung ini diketahui saat dilakukan pengamatan burung atau bird watching di area kampus Universitas Jember

Foto Humas Universitas Jember
Salah satu jenis burung yang ada di area kampus Universitas Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Terdapat 20 jenis burung berkembang biak di area kampus Universitas Jember (Unej).

Puluhan jenis burung ini diketahui saat dilakukan pengamatan burung atau bird watching di area kampus itu pada 22 Desember 2019.

Menurut Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unej, Agung Kurnianto, banyak burung memilih berkembang biak di Kampus Tegalboto (sebutan untuk Unej) karena vegetasinya beragam dan terjaga secara baik.

Dalam pengamatan awal yang dilakukannya, sudah terdata puluhan jenis burung yang hidup di Kampus Tegalboto.

“Dari pengamatan burung atau bird watching yang dilakukan tanggal 22 Desember lalu, ditemukan ada 20 jenis burung yang berkembang biak di Kampus Tegalboto," ujar Agung, Kamis (26/12/2019).

Jenis burung tersebut antara lain cekakak Jawa, trucukan, caladi tilik atau pelatuk, kutilang, sepah kecil, layang-layang loreng, juga wiwek kelabu.

Agung juga menemukan burung jenis bondol haji dan takur ungkut-ungkut yang biasanya hidup di hutan malah ada di lingkungan Kampus Universitas Jember.

"Tentu saja penemuan ini menjadi hal yang menggembirakan, sebab beragamnya burung di suatu lokasi menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem kita tergolong baik,” tegasnya.

Agung Kurnianto menduga, jumlah jenis burung yang hidup di Kampus Tegalboto lebih banyak lagi mengingat ada kemungkinan beberapa jenis burung migran juga menjadikan Kampus Tegalboto sebagai lokasi transit di Indonesia.

“Secara teratur burung migran berpindah dari daerah asalnya karena menghindari musim dingin ke daerah yang lebih hangat guna mencari makan. Nah karena vegetasi di kampus Unej bagus, maka mereka kerasan tinggal di sini. Biasanya burung migran ini mulai meninggalkan daerah asalnya di wilayah Asia Timur sekitar bulan September, nanti di bulan Maret akan kembali lagi ke wilayah Asia Timur,” tuturnya.

Menurut dosen asal Banyuwangi ini, keberadaan burung di kampus menjadi indikator sehatnya sebuah ekosistem.

Sebab burung akan mencari daerah yang menyediakan banyak bahan pangan baginya.

Keberadaan burung akan diikuti fauna lainnya semisal burung predator seperti elang, ular, tupai dan hewan lainnya.

“Keanekaragaman hayati di Kampus Tegalboto wajib dijaga, sebab jarang ada wilayah di perkotaan yang memiliki jenis burung hingga 20 jenis. Salah satu cara menjaganya adalah dengan melarang perburuan hewan dan menjaga vegetasi yang ada. Setiap pembangunan fasilitas wajib diimbangi dengan penanaman bibit pohon agar Kampus Tegalboto tetap menjadi surganya burung di Jember,” pungkas Agung.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved