Breaking News:

Setelah Viral Isu Pulau Jawa akan Gempa Besar, Kini Beredar Bengkulu akan Diterjang Tsunami 12 Meter

Setelah viral isu Pulau Jawa akan diguncang gempa besar, kini beredar kabar kalau 6 desa di Mukomuko, Bengkulu, akan dilanda tsunami setinggi 12 meter

AFP VIA BBC NEWS
Ilustrasi: Setelah Viral Isu Pulau Jawa akan Gempa Besar, Kini Beredar Bengkulu akan Diterjang Tsunami 12 Meter 

"Foto lautan retak yang berpotensi gempa besar di Jawa adalah tidak benar.

BMKG menegaskan isu mengenai gempa Lombok yang akan memicu aktifnya gempa megathrust Selatan Jawa-Selat Sunda adalah kabar bohong atau hoaks," kata Daryono, Rabu (25/12/2019), melansir dari Kompas.com dalam artikel 'BMKG Bantah Isu Retakan di Permukaan Laut Indikasikan Potensi Gempa di Jawa'

Menurutnya, gempa besar yang mengguncang Lombok tahun lalu tidak memiliki hubungan langsung dengan zona megathrust di Samudera Hindia, sehingga tidak dapat disebut mendatangkan potensi gempa bagi Pulau Jawa.

"Sumber gempa di Lombok tahun 2018 lalu adalah Sesar Naik Flores yang tidak memiliki hubungan langsung dengan zona megathrust di Samudra Hindia.

Kedua sumber gempa tersebut berbeda dan dipisahkan dengan jarak yang sangat jauh," jelasnya.

Pusat gempa bumi yang berkekuatan 6,0 SR yang terjadi pukul 07.18 Wib di 83 KM Barat Daya Nusa Dua - Bali, Selasa (16/7/2019).
Pusat gempa bumi yang berkekuatan 6,0 SR yang terjadi pukul 07.18 Wib di 83 KM Barat Daya Nusa Dua - Bali, Selasa (16/7/2019). (surya.co.id/istimewa)

Satu hal paling penting yang harus dipahami masyarakat luas agar tidak terus menerus termakan informasi hoax mengenai isu gempa adalah mengetahui fakta bahwa belum ada alat yang dapat memprediksi gempa.

Jadi, jika ada yang menyampaikan prediksinya tentang gempa dapat dipastikan sebagi hoax.

Hal ini sudah berulangkali disampaikan oleh BMKG.

"Sampai saat ini belum ada negara dengan teknologi apapun yang mampu memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi yang akan terjadi secara tepat hari dan tanggalnya," ucap Daryono.

"Maka jangan pernah percaya ramalan dan prediksi gempa bumi.

Mohon masyarakat agar mengabaikan berita hoax tersebut dan tak ikut menyebarkannya," lanjutnya.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved