Berita Surabaya

Sepanjang Tahun 2019, Kejaksaan Negeri Surabaya dapat Rp 12,7 Miliar dari Pelanggar Lalu Lintas

Kesadaran pengendara dalam berlalu lintas di Kota Surabaya masih rendah, sebab pelanggar lalu lintas sejauh ini mencapai 210 ribu orang.

Sepanjang Tahun 2019, Kejaksaan Negeri Surabaya dapat Rp 12,7 Miliar dari Pelanggar Lalu Lintas
SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI - Ratusan warga mengantre membayar denda bukti pelanggaran (Tilang). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sepanjang tahun 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dapat Rp 12,7 miliar dari pelanggar lalu lintas.

Kesadaran pengendara dalam berlalu lintas di Kota Surabaya masih rendah, sebab pelanggar lalu lintas sejauh ini mencapai 210 ribu orang. 

Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni di tahun 2018 hanya mencapai 203 pelanggar. Denda hanya mencapai Rp 10 Miliar. 

Dikatakan Kasi Pidum Kejari Surabaya, Farriman Isandi Siregar, meningkatnya jumlah pelanggar tersebut berdampak juga pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) di tahun 2019. 

"Dari pelanggar tersebut telah menyumbang kas negara sebanyak Rp 12,7 miliar," terangnya, Kamis, (26/12/2019). 

Pendapatan tilang ini diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 5 Tahun 2010. Hasil denda tilang tersebut akan diserahkan ke Negara. 

Masih kata Farriman, pendapatan ini langsung diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

"Nanti kas tersebut digunakan sesuai kebutuhan pemerintah," tandasnya. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved