Pemprov Jatim

East Java Super Corridor Pemprov Jatim di Bojonegoro Ditarget mulai Beroerasi 2020

Program layanan East Java Super Corridor (EJSC) yang digagas Gubernur Khofifah ditarget mulai beroperasi awal tahun 2020.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
Foto: humas pemprov jatim
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak sosialisasi program EJSC di Bakorwil Bojonegoro, Kamis (26/12/2019).  

SURYA.CO.ID | BOJONEGORO - Program layanan East Java Super Corridor (EJSC) yang digagas Gubernur Khofifah ditarget mulai beroperasi awal tahun 2020.

Titik pertama yang menjadi awal pelaksanaan program yang digagas sejak kampanye ini tepatnya berada di kantor Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan Bojonegoro.

Saat ini, pembangunan gedung EJSC di Bakorwil Bojonegoro sudah mencapai 95 persen. Rencananya, gedung tersebut bisa beroperasi mulai Januari 2020.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dalam sosialisasi program EJSC di Bakorwil Bojonegoro, Kamis (26/12/2019).

Emil Dardak mengatakan, EJSC merupakan gagasan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Sebab, melalui EJSC ini diharapkan mampu menghadirkan kombinasi antara kehadiran fisik sebuah ekosistem yang membangun ekonomi kreatif dan ekonomi berbasis digital.

"Kita percaya data akan muncul dan bermanfaat kalau lebih dekat dengan urat nadi masyarakat. Bagaimana membawa urat nadi masyarakat lebih dekat dengan data? Kita harus membangun sebuah ekosistem," ujar Emil Dardak.

"Ekosistem inilah yang disebut EJSC. Kini sebuah tempat yang kita siapkan sudah dibangun dan berprogres 95 persen," lanjut dia.

Menurutnya, EJSC diyakini bisa memberdayakan masyarakat Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya sekaligus bisa mendekatkan dan menggerakkan ekonomi masyarakat di kabupaten sekitarnya.

Kelak ESJC akan menjadikan Bojonegoro sebagai episentrum kegiatan ekonomi baru seperti jasa, perdagangan, maupun produk ekonomi kreatif.

"Bojonegoro akan menjadi pilihan yang tepat untuk membangkitkan ekonomi yang lebih ke arah masa depan. Seperti diketahui bahwa Bojonegoro memiliki kekayaan akan minyak dan energi," katanya.

ESJC ini akan memiliki fungsi antara lain menjadi pusat pengumpulan dan penyampaian data-data Pemprov Jatim, serta pusat pelayanan.

"Jadi siapapun yang mau tahu tentang Jawa Timur, datanya segala macam. Selain bisa mengakses dari internet, masyarakat bisa memperoleh informasi lebih lanjut dari EJSC. Karena selain melalui digital, tetap perlu face to face," jelasnya.

Sebagai upaya menopang EJSC sebagai pusat kegiatan dan pelayanan masyarakat, lanjutnya, Pemprov Jatim menghadirkan sebuah konsep modifikasi mall pelayanan publik tingkat provinsi.

Terdapat 13 dari 19 perijinan akan dilaksanakan di EJSC. Ditambah lagi mendapatkan dukungan dari instansi vertikal.

"Mudah-mudahan bisa menyediakan pusat informasi dan konsultasi. Seperti untuk Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), Pemprov Jatim telah membahas dengan Kemenkumham. Selain itu BPOM, juga dengan organisasi seperti eksportir untuk informasi peluang-peluang ekspor," tutur Mantan Bupati Trenggalek ini.

Sedang  Kepala Bakorwil Bojonegoro Abimanyu Ponco Atmojo Iswinarto mengatakan, pembangunan gedung EJSC di Bakorwil Bojonegoro sudah mencapai 95 persen.

Rencananya, gedung tersebut bisa beroperasi mulai Januari 2020.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved