Potret

Eva Tamara: Gabungkan Seni dan Pendidikan Bisnis pada Lucid Dream  

Eva Tamara adalah perempuan asal Yogyakarta yang sempat megambil jurusan International Business di Singapore Institute of Management.

surya.co.id/syaiful solich
Project Director Lucid Dream, Eva Tamara, gabungkan kecintaan pada seni dan pendidikan bisnisnya dalam pameran. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Eva Tamara adalah perempuan asal Yogyakarta yang sempat megambil jurusan International Business di Singapore Institute of Management.

Dia adalah Co-Founder dari Outside the Box sekaligus Project Director dari pameran seni modern yang digelar di Pakuwon Mall Surabaya, Lucid Dream.

Anak perempuan dari pasangan Boedhi dan Susana ini sempat malu-malu ketika ditanya tentang latar belakang pendidikannya.

Eva mengaku apa yang dia pelajari saat kuliah di luar negeri sebenarnya tak memiliki keterikatan dengan pekerjaan yang ia geluti sekarang.

“Sekolahku nggak sesuai dengan apa yang akau kerjakan sekarang, mbak. Aku justru lebih suka seni daripada bisnis,” terangnya.

Perempuan berambut sepunggung itu mengaku lebih mencintai seni daripada bisnis,

Bukan tanpa alasan Eva bisa lebih menyukai seni dibanding bisnis.

Eva mengaku ketika tinggal di Yogyakarta kerap diajarkan menari dan membatik.

“Yogya kan kental banget budaya seninya, jadi aku dari kecil sering diajarin bikin batik. Bahkan aku juga pernah ikut lomba nari yang diadakan oleh lomba basket nasional,” kenangnya.

Dari pengalaman itulah, jiwa seni yang dimiliki Eva timbul.

Halaman
12
Penulis: Akira Tandika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved