Berita Lamongan

Sempat Tercemar Limbah Batik dari Jateng, Kini Kondisi Air Bengawan Solo Sudah Normal

Pemkab Lamongan resmi mengeluarkan edaran terkait kondisi air Bengawan Solo dan menyatakan sudah aman untuk dipakai sebagai kebutuhan pertanian dan

SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Para petambak di Lamongan mulai memasukkan air dari anak Sungai Bengawan Solo, Senin (23/12/2019). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, sempat melarang warga menggunakan air Sungai Bengawan Solo untuk dipakai kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan karena tercemar limbah pabrik batik dari hulu, Jawa Tengah.

Namun, saat ini Pemkab Lamongan sudah kembali resmi mengeluarkan edaran terkait kondisi air Bengawan Solo dan menyatakan sudah aman untuk dipakai sebagai kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan.

"Kualitas air Sungai Bengawan Solo yang diuji Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, PDAM Kabupaten Lamongan dan Perum Jasa Tirta menunjukkan hasil bahwa kondisi air saat ini sudah layak digunakan untuk kebutuhan
pertanian dan budidaya perikanan," kata Sekretaris Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendy pada Surya.co.id, Senin (23/12/2019).

Pihaknya telah mengirimkan edaran berisi kelayakan air Bengawan Solo ke seluruh camat dan dinas terkait.

"Informasi tersebut harus disebarkan ke seluruh masyarakat, khususnya petani di Lamongan yang kerap memanfaatkan air dari sungai terpanjang di Jawa tersebut," kata Yuhronur.

Perum Jasa Tirta I telah melakukan percepatan normalisasi air Sungai Bengawan Solo dan saat ini limbah industri yang menyebabkan pencemaran air pada awal bulan Desember lalu sudah ternetralisir.

Meski sudah normal, lanjut Yuhronur, pihaknya tetap meminta kepada kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan agar tetap melakukan pendampingan.

Pendampingan juga dilakukan secara intensif untuk kegiatan pertanian dan budidaya perikanan di Lamongan.

"Silakan gunakan air Bengawan Solo untuk kegiatan pertanian dan perikanan karena sudah aman," katanya.

Padahal sebelum surat edaran turun, para petambak sudah mulai melakukan pompanisasi aliran air di anak sungai dari Bengawan Solo.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved