Breaking News:

Berita Surabaya

Peminat Program Double Track SMA di Jatim Meningkat, di Tahun Kedua Masih Bersifat ToT

Tahun kedua penerapan program Double Track pada SMA meningkat cukup tinggi, total ada 14 ribu siswa dari 157 lembaga SMA negeri di Jawa Timur

SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jatim, Ety Prawesti. 

SURYA co.id | SURABAYA - Penerapan program Double Track pada SMA menuai peminat yang cukup tinggi. Bahkan di tahun kedua pelaksanaannya, total ada 14 ribu siswa dari 157 lembaga SMA negeri di Jawa Timur yang tergabung dalam program ini.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti 9009 siswa dari 86 lembaga.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dindik Jatim, Ety Prawesti menuturkan sasaran program ini yaitu 60 persen lebih siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan termasuk dalam sekolah pinggiran.

Berbeda di tahun lalu yang fokus di daerah Trenggalek, Bojonegoro, Madura dan Situbondo, tahun ke dua ini pelaksanaan hampir diikuti merata oleh lembaga sekolah di Jawa Timur.

"Saat ini proses pelaksanaan Double Track di tahun kedua masih bersifat ToT ( Trainer of Trainer). Berbeda dengan tahun lalu, untuk pelaksanaan di tahun ke dua ini mewajibkan satu sekolah satu produk. Khususnya di bidang multimedia," ujar Ety saat dikonfirmasi Surya.co.id, Senin (23/12/2019).

Misalnya saja, lanjutnya, evaluasi di bidang peminatan tata boga yang terkait dengan kreatifitas instruktur yang kurang mengarah pada inovasi dan kreasi dalam mengolah makanan.

Di mana siswa diajarkan membuat kue dengan bentuk dan varian yang sama.

”Padahal kreasi makanan ini kan harus diasah karena yang diajari anak-anak SMA dan makanan harus terus ada kreasi dan inovasinya. Jadi memang instruktur ini kurang variatif dan pengembangan ilmu memasak nya juga kurang,” ungkap Ety.

Lebih lanjut, untuk bidang peminatan tata rias sudah cukup bagus. Sedangkan bidang peminatan multimedia masih ada proses pemantapan keahlian.

Pasalnya, berbagai produk atau karya inovasi masih menakar peluang dan tren pasar.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved