Kamis, 23 April 2026

Berita Tulungagung

Lapas Tulungagung Over Kapasitas, dari Kapasitas 250 Dihuni Sekian Warga Binaan

Petugas Lapas Kelas IIB Tulungagung mengarahkan pengunjung perempuan ke ruang pemeriksaan khusus.

Penulis: David Yohanes | Editor: Parmin
surya.co.id/david yohanes
Petugas Lapas Kelas IIB Tulungagung mengarahkan pengunjung perempuan ke ruang pemeriksaan khusus. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung sejatinya hanya berkapasitas 250 warga binaan.

Namun, saat ini Lapas ini dihuni 689 warga binaan, atau hampir mencapai tiga kali lipat dari kapasitas tersebut.

“Kondisinya memang saat sudah sangat kelebihan kapasitas,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Tulungagung, Manap.

Hal ini menurut Manap, karena Lapas Tulungagung sering mendapat pelimpahan narapidana dari daerah lain, seperti dari Medaeng Surabaya.

Napi ini dipindah ke Lapas Tulungagung, karena Lapas tempat asal mereka juga mengalami kelebihan kapasitas.

Pemindahan ini untuk mengurangi beban di Lapas asal.

“Tapi yang penting kondisinya tetap kondusif. Pasokan air dan makanan ke Lapas tidak terganggu dengan kondisi kelebihan kapasitas ini,” sambung Manap.

Dengan jumlah warga binaan yang membludak ini, berimbas pada kondisi kamar yang tidak nyaman.

Dalam satu kamar bisa diisi mulai dari 27 orang, 30 orang bahkan hingga 42 orang, tergantung ikuran kamar.

Dari 689 warga binaan saat ini, 70 persen di antaranya adalah narapidana narkotika.

“Mayoritas memang warga binaan narkotika. Tapi bukan berarti itu gambaran tingginya kasus narkotika di Tulungagung,” ungkap Manap.

Tingginya narapidana narkotika, karena Lapas Kelas IIB Tulungagung sering mendapat kiriman napi perkara narkotika.

Sebab mayoritas mereka justru kiriman dari luar kota.

Manap mencontohkan, dari 30 narapidana kiriman Lapas Medaeng, hanya 3 yang merupakan napi kasus kriminal umum, sisanya adalah napi narkotika.

“Kami juga tidak bisa menolak kiriman warga binaan ke Lapas ini. Sebab kondisi semua Lapas di Indonesia juga sama,” tutur Manap.

Masih menurut Manap, kiriman warga binaan ke Lapas Tulungagung mengindikasikan, jika Lapas ini kondisinya masih lebih baik dibanding Lapas asal kiriman warga binaan.

Untuk melakukan penjagaan, petugas Lapas dibantu dengan sejumlah kamera pengawas (CCTV) di sekeliling lapas.

Selain itu ada lima penjaga yang bertugas dalam dua shift.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved