Kilas Balik

Perjuangan Soeharto Melawan Stroke Bikin Kagum Dokter Kepresidenan, Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit

Perjuangan Soeharto Melawan Stroke Bikin Kagum Dokter Kepresidenan, Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit. Simak kisahnya

Kolase tututsoeharto.id dan TribunJabar
Perjuangan Soeharto Melawan Stroke Bikin Kagum Dokter Kepresidenan, Tak Mau Dirawat di Rumah Sakit 

"Di usianya yang 80-an tahun, kekuatan fisik Pak Harto bagaikan mobil berkekuatan empat mesin turbo," tutur mantan Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Pertamina pada 1979-1998.

Namun, keluarga atau Tim Dokter Kepresidenan juga mengaku kesulitan untuk membujuk Soeharto agar dirawat di rumah sakit.

Soeharto kerap menolak, kecuali sangat terpaksa.

"Pak Harto tidak ingin merepotkan karena setiap kali semua kerabat yang datang menjenguk beliau akan disorot kamera media massa dan diberitakan. Pak Harto merasa jauh lebih tenang di rumah," ujar Satya.

Mulai saat itulah kesehatan Soeharto terus menurun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB, di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.

Mungkin tak banyak yang tahu bagaimana detik-detik Soeharto wafat

Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau yang biasa disapa Mbak Tutut mengungkap detik-detik presiden yang berkuasa selama 32 tahun itu mengembuskan nafas terakhir.

Dalam tulisan yang diunggah website pribadinya, Mbak Tutut bercerita mulai dua hari sebelum ayahnya wafat.

"Malam itu, tanggal 25 Januari 2008, bapak menghendaki dhahar (makan) Pizza. Kami mencari… Titiek dan Mamiek sibuk minta batuan temannya untuk mencarikan pizza sampai dapat," tulis mbak Tutut di awal tulisannya.

Soeharto, Bu Tien, Mbak Tutut
Soeharto, Bu Tien, Mbak Tutut (Instagram tututsoeharto)

Beruntung saat itu masih ada yang buka.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved