Zainudin Amali Sebut Calon Ketua Golkar Jatim Harus Penuhi Tiga Syarat, Apa Saja?

DPD Golkar Jawa Timur rencananya akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Maret 2020 mendatang.

Zainudin Amali Sebut Calon Ketua Golkar Jatim Harus Penuhi Tiga Syarat, Apa Saja?
SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Plt Ketua Golkar Jawa Timur, Zainudin Amali bersama Sekretaris DPD Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak ketika ditemui di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Plt Ketua Golkar Jawa Timur, Zainudin Amali menegaskan ada tiga syarat yang harus dipenuhi Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim periode berikutnya.

Menurut pria yang akrab disapa ZA tersebut, Golkar memiliki tantangan besar dalam even politik ke depan. Sehingga, Golkar memerlukan seorang pemimpin yang sesuai dengan beberapa kriteria.

”Sebenarnya, syarat calon ketua itu ada di dalam AD/ART partai. Prinsipnya, calon tersebut memenuhi tiga hal,” kata ZA ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (21/12/2019).

Pertama, calon tersebut merupakan kader asli Golkar dan pernah menjadi bagian dari struktur Golkar.

Menurut ZA, terkait syarat pertama tersebut, regulasi tak mengatur lama kader tersebut menjabat di struktur.

”Mau yang lama atau baru sebentar, sama saja. Yang penting, pernah berproses di partai,” terang ZA yang kini juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini.

Syarat kedua, pihaknya menyebut figur tersebut harus bisa mengurus partai.

Utamanya, dalam mengamankan sejumlah agenda politik Golkar ke depan. Mulai dari pemenangan di Pilkada Serentak 2020, hingga Pemilu 2024.

”Mengurus partai itu tak mudah. Apalagi, di Jawa Timur dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar,” kata ZA melanjutkan.

Syarat berikutnya, tambahnya, Ketua Golkar Jawa Timur ke depan juga harus bisa menjaga pola komunikasi yang baik antara daerah dengan pengurus pusat.

Komunikasi yang baik antara pengurus di kabupaten/kota, provinsi, dan pusat akan mempermudah pencapaian target partai.

”Selama ini kan komunikasinya sudah bagus. Seharusnya, jangan sampai berkurang di kepengurusan berikutnya,” terang ZA yang juga mantan Anggota DPR RI dari dapil Jatim XI ini.

Tak hanya itu, ZA juga memastikan bahwa pihaknya tak akan menjabat kembali sebagai Ketua Golkar Jatim.

Ke depan, ZA akan fokus pada tugasnya di Kementerian.

”Tentu, saya akan tetap membuka komunikasi dengan para pengurus sekalipun saya tak lagi di struktur Jatim,” kata ZA.

Untuk diketahui, DPD Golkar Jawa Timur rencananya akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Maret mendatang.

Satu di antara agenda Musda adalah mencari figur Ketua DPD Jatim yang baru.

Terkait rencana tersebut, Golkar Jawa Timur masih menunggu petunjuk di DPP Golkar.

”Keputusan dari Munas (Musyawarah Nasional) memang mensyaratkan DPD Provinsi menyelenggakan Musda maksimal tiga bulan pasca Munas, sedangkan untuk Kabupaten/Kota enam bulan pasca Munas,” kata Sekretaris DPD Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (12/7/2019) sebelumnya.

Saat ini, Golkar Jatim masih menunggu rekomendasi petunjuk dari DPP. Sebab, DPP biasanya juga akan mengeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan Musda.

”Terkait Musda di Jatim, kami menunggu pengurus di DPP terbentuk terlebih dahulu. Setelah DPP terbentuk, biasanya DPP akan mengeluarkan surat-surat terkait pelaksanaan Musda,” kata Sahat.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved