KRONOLOGI Brimob dan TNI Bentrok, Sempat Ada Tembakan, lalu 40 Prajurit Serbu Polisi Patroli

Bentrokan terjadi antara anggota Brimob dan TNI di di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat (20/12/2019), sekitar pukul 19.00 WIT.

Pixabay
Ilustrasi. KRONOLOGI Brimob dan Anggota TNI Bentrok, Sempat Ada Tembakan, 40 Prajurit Serbu Polisi 

SURYA.co.id | AMBON - Bentrokan terjadi antara anggota Brimob dan TNI di di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat (20/12/2019), sekitar pukul 19.00 WIT.

Berikut kronologi oknum anggota Kompi 3 Yon Pelopor Brimob Polda Maluku dan TNI 734 SNS.

Peristiwa itu sempat ada tembakan ke udara oleh anggota Brimob ketika melihat anggota TNI mencabut pisau sangkur.

Tak lama kemudian, 40 anggota TNI mengendarai mobil dan sepead motor menyerbu lokasi patroli yang jadi tempat kejadian perkara.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, kronologi Brimob dan TNI bentrok itu bermula saat anggota Brimob Polda Maluku melaksanakan patroli rutin dan mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian.

ILUSTRASI. Brimob Detasemen C pelopor Madiun dilibatkan dalam pengaman proses Pilkades Serentak 2019 yang akan digelar di 186 desa di wilayah 18 Kecamatan di Kabupaten Magetan pada Rabu (27/11/2019) besok.
ILUSTRASI. Brimob Detasemen C pelopor Madiun dilibatkan dalam pengaman proses Pilkades Serentak 2019 yang akan digelar di 186 desa di wilayah 18 Kecamatan di Kabupaten Magetan pada Rabu (27/11/2019) besok. (doni prasetyo/surya)

“Jadi saat itu anggota kami sedang meningkatkan kegiatan rutin berupa patroli dan pengaturan arus lalu lintas, dan menemukan ada pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm ,” kata Roem kepada Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), Sabtu (21/12/2019).

Seorang anggota Brimob, Bharatu ML yang sedang bertugas langsung menegur pengendara tersebut yang belakangan diketahui seorang oknum anggota TNI berinisial Prada P.

“Saat itu langsung terjadi pertengkaran mulut dan berlanjut hingga terjadi penamparan oleh anggota Brimob terhadap warga tersebut yang ternyata anggota Kompi 734 SNS Saumlaki,” katanya.

Tak lama berselang, kata Roem, terdapat beberapa anggota TNI 734 SNS yang saat itu sedang mengantar istri mereka ke pusat perbelanjaan ikut menyaksikan kejadian sehingga membuat situasi semakin tidak kondusif.

“Saat itulah terjadi perkelahian di lokasi kejadian, dan karena ada yang melihat salah seorang oknum TNI mencabut sangkur, Bharatu ML langsung melepaskan tembakan dengan peluru hampa,” katanya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved