Berita Surabaya

Forum Dekan FH PTM Se-Indonesia Titipkan Mawar Putih untuk Pimpinan KPK Baru

Mawar putih menunjukkan pesan kuat dari Forum Dekan FH PTM se-Indonesia agar KPK menjadi lembaga anti-rasuah yang independen.

Forum Dekan FH PTM Se-Indonesia Titipkan Mawar Putih untuk Pimpinan KPK Baru
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Forum Dekan FH PTM di At-Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (21/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Dewan Pengawas KPK telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2019 lalu.

Menyikapi hal ini, Mantan Ketua KPK, M Busyro Muqoddas dan ratusan dekan yang tergabung dalam Forum Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah (FH PTM se-Indonesia) berkirim petisi dan memberikan mawar putih.

Ketua Forum Dekan FH PTM se-Indonesia, Trisno Raharjo menyampaikan, petisi dan simbolis mawar diberikan agar Dewan Pengawas KPK yang baru dapat membuat prosedur dan mekanisme yang menjaga pimpinan KPK saat ini tetap independen dan dapat menegakkan etik yang dibuat oleh Dewan Pengawas.

“Jadi tidak menyebabkan pelemahan terhadap fungsi pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK," ungkapnya dalam Forum Dekan FH PTM di At-Tauhid Tower Lt.13 Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (21/12/2019).

Dikatakan Trisno, ada harapan dan juga tantangan dalam menyikapi pelantikan struktur pengurus anti-rasuah yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia ini.

"Salah satu tantangan yang perlu dijawab oleh Firli Bahuri dan jajarannya adalah terkait independensi mereka. Apalagi gelombang besar penolakan kepada Pimpinan KPK yang baru dilantik Presiden tersebut karena dianggap memiliki tendensi dan kepentingan politik yang kuat dan terkesan melemahkan institusi KPK," ungkapnya.

Mawar putih menunjukkan pesan kuat dari Forum Dekan FH PTM se-Indonesia agar KPK menjadi lembaga anti-rasuah yang independen.

“Mawar putih juga memberikan makna bahwa Pimpinan KPK yang baru dan Dewan Pengawas KPK agar tetap fokus pada agenda pencegahan dan pemberantasan korupsi yang tegas dan tidak tebang pilih, karena itu adalah aspirasi masyarakat Indonesia," tambah Busyro.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved