Siantar Top Catatkan Pertumbuhan Meski Ekonomi Melambat

Agus Suhartanto mengatakan, hingga September tahun ini perseroan mampu mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 2,5 triliun atau meningkat 26,7 persen

Siantar Top Catatkan Pertumbuhan Meski Ekonomi Melambat
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Dari kiri: Direktur Suwanto, Direktur Utama/ Independent Agus Suhartanto dan Direktur/ Corporate Secretary Armin menunjukkan berbagai praduk cemilan dalam kemasan pada public expose PT Siantar Top, Tbk, Jumat (20/12/2019). PT Siantar mengalami pengingkatan produksi makanan kemasan akibat meningkatnya permintaan dari dalam dan luar negeri. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan makanan ringan PT Siantar Top Tbk, mencatatkan pertumbuhan di tengah ekonomi yang dikeluhkan melambat.

Perseroan dengan kode emiten STTP itu, berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan lebih dari 25 persen.

Direktur Utama STTP, Agus Suhartanto mengatakan, hingga September tahun ini perseroan mampu mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 2,5 triliun atau meningkat 26,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 2 triliun.

"Sampai Desember ini harapannya penjualan kami bisa tembus Rp 3,5 triliun, dan kami optimistis akhir tahun biasanya permintaan meningkat dengan adanya momen Natal dan Tahun Baru," kata Agus saat paparan publik di Surabaya, Jumat (20/12/2019).

Dari total penjualan hingga kuartal III/2019 ini, produk yang berkontribusi adalah produk snack noodles sebanyak 27 persen, biskuit dan wafer 25 persen, crackers atau kerupuk 12 persen, non produk sebanyak 12 persen.

"Sedangkan kontribusi pasar ekspor kami tahun ini mencapai 10 persen dari total penjualan, dan 90 persen adalah pasar domestik," jelasnya.

Kenaikan penjualan di tahun 2019 yang cukup agresif ini tak lepas dari upaya STTP dalam memperluas pasar baik domestik maupun ekspor. Untuk domestik, Direktur Siantar Top, Armin menambahkan, saat ini perseroan sudah memiliki 180 titik mitra distribusi. Menurutnya, perseroan perlu memperkuat jalinan kerja sama dengan mitra distributor lantaran mereka adalah penguasa di pasar lokal.

"Kami akan terus menjalin kerja sama dengan distributor lokal karena mereka adalah raja untuk daerah masing-masing, mereka yang tahu seluk beluk pasar di wilayahnya," tambahnya.

Sementara untuk tahun 2020, meski tahun ini mencatatkan pertumbuhan yang agresif, pihaknya tidak berani memasang target yang sama. "Tahun depan, kami masih melihat pasar internasional wait and see pasca perang dagang AS-Tiongkok. Kami masih pasang target di kisaran 15-20 persen, meski harapannya bisa lebih dari itu," jelas Armin.

Pastinya perseroan di tahun depan akan melakukan rencana perluasan pasar ekspor ke Afrika dan Australia.

Direktur Siantar Top, Suwanto mengatakan selama ini fokus pasar ekspor ada di Asia dan Timur Tengah, tetapi saat ini sudah mulai fokus ke Afrika, Australia, bahkan sudah masuk ke pasar di Korea Selatan, Taiwan, China, dan Vietnam terutama untuk produk snack noodles.

"Kami sudah masuk ke negara-negara tersebut tapi yang perlu dilakukan untuk pasar internasional adalah membawa produk kami ke masing-masing negara di Afrika, dan juga meningkatkan kapasitas penjualannya di sana, ini sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi 20 persen tahun depan," ungkap Suwanto.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved