Breaking News:

Berita Surabaya

Pemprov Jatim Siapkan Banding untuk Kasus Ikan Mati Massal di Sungai Brantas

Pemprov Jatim berencana untuk mengajukan banding usai dinyatakan kalah oleh PN Surabaya terkait kasus ikan mati massal di Sungai Brantas

SURYA.co.id/Hanif Manshuri
ILUSTRASI - Ikan mati di sungai. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov Jatim) berencana untuk mengajukan banding usai dinyatakan kalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkait kasus ikan mati massal di Sungai Brantas.

Kepala Biro Hukum Setdaprov Jawa Timur, Jempin Marbun mengatakan telah menyiapkan materi banding atas kasus itu.

Menurut Jempin, ada beberapa aspek yang diabaikan majelis hakim sehingga pihak penggugat LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) dapat memenangkan persidangan.

"Ada beberapa yang diabaikan oleh majelis hakim dalam membuat keputusan tersebut," ujar Jempin, Kamis (19/12/2019).

Keterangan saksi ahli yang diajukan Pemprov Jatim saat persidangan, lanjut Jempin bisa dijadikan pertimbangan agar bisa memenangkan banding.

Jempin menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi ahli dari Universitas Indonesia dan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya saat persidangan, perlu ada pemeriksaan secara klinis terlebih dahulu terhadap penyebab ikan mati massal di Sungai Brantas.

Alasannya, hasil penelitian lanjutan itu penting untuk mengetahui musabab pasti ikan mati massal.

“Kemudian, faktanya, ikan disungai tersebut teler bukan mati, sehingga perlu ada pemeriksaan. Hal ini yang diabaikan oleh majelis hakim sehingga membuat kami mengajukan banding," ungkapnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved