Berita Lamongan

Berbagai Persoalan Para Nelayan Lamongan yang Diungkapkan kepada Komisi B DPRD  

Perwakilan nelayan yang tergabung di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan menemui Komisi B DPRD.

surya.co.id/hanif manshuri
Sejumlah pengurus HNSI saat diterima Komisi DPRD Lamongan, Kamis (19/12/2019). 

SURYA.co.id lLAMONGAN - Perwakilan nelayan yang tergabung di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan menemui Komisi B DPRD Lamongan Jawa Timur, Kamis (19/12/2019).

Sejumlah nelayan perwakilan HNSI mengadukan persoalan yang akhir - akhir dirasakan oleh ribuan nelayan di wilayah pesisir utara Kecamatan Paciran dan Brondong.

Mereka kini semakin parah merasakan susahnya mengoperasikan kapal mereka untuk pergi beraktifitas mencari nafkah di tengah laut.

Menurut Ketua DPC HNSI Lamongan, Agus Mulyono di depan sejumlah anggota Komisi B mengungkapkan, permasalahan itu sebagai akibat pembangunan industrialisasi di wilayah pesisir pantai kabupaten Lamongan.

Adanya industri - industri besar dipinggir pantai yang secara otomatis laut menjadi rute strategis lalu lalang kapal kapal besar, memberi dampak yang sangat besar terjadinya pendangkalan tempat tambat labuh Kapala atau pangkalan perahu nelayan  di setiap desa yang itu berakibat sulitnya nelayan dalam mengoperasikan kapal mereka untuk pergi beraktifitas ke tengah laut.

"Munculnya garis line rute kapal atau jalur transportasi laut untuk Industri membuat nelayan kami tidak leluasa dalam mencari ikan," kata Agus

Sehingga, lanjutnya, yang dulunya para nelayan pergi mencari ikan hanya menghabiskan bahan bakar solar tidak lebih dari 10 liter kini harus menambah kebutuhan bahan bakar karena jarak tempuh kami semakin jauh.

Fakta lain yang membuat susah nelayan adalah reklamasi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan industri di wilayah laut telah
berdampak terhadap keberlanjutan ekosistem biota laut.

Itu dikarenakan tempat-tempat strategis yang tumbuh terumbu karang harus hilang terkena digerus reklamasi.

"Padahal terumbu karang adalah salah satu media bagi ikan untuk bertelur dan berkembang biak," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved