Pelajar SMK Pasuruan Tusuk Tetangga

VIDEO Pengakuan Siswa SMK Pasuruan yang Tusuk Tetangga karena Dendam Almarhum Ibunya Disetubuhi

Kisah hidup Maulud Riyanto betul-betul tragis. Warga Pasuruan ini dipenjara setelah dia membalaskan dendam ke tetangga, yang pernah ia dengar

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id, Pasuruan - Kisah hidup Maulud Riyanto betul-betul tragis. Warga Pasuruan ini dipenjara setelah dia membalaskan dendam ke tetangga, yang pernah ia dengar menyetubuhi secara paksa ibu kandungnya.

Maulud Riyanto merupakan siswa SMK di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Usianya 18 tahun.

Maulud Riyanto ditangkap polisi pada Selasa 17 Desember 2019. Dia ditangkap di Kediri.

Tersangka penusukan Yasin Fadilla (49), Muhammad Maulud Riyanto (18) bersama Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan.
Tersangka penusukan Yasin Fadilla (49), Muhammad Maulud Riyanto (18) bersama Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan. (SURYA.co.id/Galih Lintartika)

Penangkapan Maulud Riyanto ini berawal dari penusukan Yasin Fadilla (49), warga Dusun Kisik, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Penusukan Yasin itu terjadi pada Senin 16 Desember 2019.

Semula tidak ada yang mengenali pelaku penusukan itu.

Dari informasi yang SURYA.co.id himpun, penusukan terjadi saat Yasin keluar rumah, naik motor menuju rumah tetangga.

Setelah dari sana. Yasin pulang.

Lalu, 30 meter sebelum sampai rumah Yasin dihadang orang tidak dikenal, lalu menusuknya.

"Pelaku memakai penutup muka saat melakukan penusukan terhadap korban.

Jadi saksi di lokasi kejadian tidak ada yang bisa mengenalinya," kata Kapolsek Gempol Kompol Maryono.

Kapolsek mengatakan, aksi penusukan ini sempat diketahui warga.

Warga sempat mengejar pelaku, tetapi pelaku berhasil melarikan diri.

"Korban meninggal dunia saat di IGD Rumah Sakit, diduga akibat mengalami pendarahan yang hebat," tambahnya.

Kurang dari 24 Jam setelah peristiwa penusukan itu, polisi berhasil menangkap pelaku, yakni Maulud Riyanto.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan setelah penusukan itu Riyanto pergi dari lokasi.

Riyanto kemudian bersembunyi di rumah saudaranya yang kosong dan tidak lagi dihuni.

Tak lama, Riyanto menghubungi adik kandungnya. "Dia minta uang ke adiknya dan minta diantarkan ke Ngoro, Mojokerto.

Tersangka kemudian naik bus kuning ke arah Terminal Mojokerto dari Ngoro.

Setelah itu, tersangka naik bus menuju Kediri," katanya.

Di Kediri itu, Riyanto kemudian ditangkap.

Alasan Menusuk

Riyanto menuturkan, penusukan yang kemudian membuat Yasin Fadillah meninggal adalah karena dendam.

Kepada SURYA.co.id, Yasin bercerita kalau dirinya menyimpan dendam sejak kecil.

"Saya dendam sejak kecil, sejak saya duduk di bangku kelas 6 SD," tegas Riyanto.

Dendam itu, kata dia, karena ia mengetahui ibu kandungnya pernah disetubuhi secara paksa oleh Yasin.

"Ibu saya dulu dirudapaksa sama dia.

Itu saya dengar sendiri saat saya masih SD.

Ada pak RT dan warga datang ke rumah dan minta damai saat itu.

Nah, itu dendam saya sampai sekarang," katanya.

Dendam itu tak bisa ia redam hingga peristiwa berdarah tersebut.

Berikut videonya:

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pembunuhan ini motifnya karena dendam.

"Dendamnya masalah keluarga.

Ini pembunuhan berencana, tersangka masih duduk di bangku SMK, statusnya pelajar," kata Kapolres.

Rofiq, sapaan akrab Kapolres Pasuruan, mengatakan, disebut pembunuhan berencana karena keterangan dari para saksi disandingkan dengan keterangan tersangka ini bisa disimpulkan bahwa pembunuhan ini sudah disiapkan.

Ia menerangkan, tersangka ini sudah menyiapkan pisau untuk menusuk korbannya sejak satu bulan sebelum hari di mana tersangka menyerang korban.

"Pisau itu disimpan di dalam kamarnya. Begitu dia tahu kalau korban ini datang ke rumah yang dekat dengan rumahnya korban langsung menyiapkannya," kata Kapolres.

Selain itu, kata Kapolres, tersangka juga sempat mengintai korban.

Artinya, sebelum korban ditusuk, tersangka mengamati pergerakan korbannya.

Ia memantaunya dengan sepeda angin yang dipinjamnya dari temannya.

"Dia ikuti pergerakan korban. Setelah itu, tersangka mengambil pisau yang sudah disiapkan di rumah.

Dan kembali berjaga - jaga di dekat lokasi korban berada," papar dia.

Kapolres menerangkan, tersangka ini sempat menggunakan topi, masker dan jaket.

Begitu melihat korban keluar dari rumah tetangganya, tersangka langsung datang dan menusuk korban.

(Galih Lintartika)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved