Sahamnya Anjlok ke Daftar Saham Gocap, MAMI Tetap Catat Kinerja Positif

"Harga saham turun karena pasar. Fundamental pasar, kami tidak berdaya akan hal itu. Yang bisa kami lakukan adalah terus meningkatkan kinerja kami,"

Sahamnya Anjlok ke Daftar Saham Gocap, MAMI Tetap Catat Kinerja Positif
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Peterjanto (tengah), Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk, saat public expose Rabu (18/12/2019) di Hotel Garden Palace Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Emiten PT Mas Murni Indonesia Tbk atau MAMI mencatatkan harga saham yang diperdagangkan turun hingga jadi saham gocap di Rp 50 per lembar. Namun hal itu tidak berimbas pada kinerja perseroan yang bergerak di bidang hotel dan properti tersebut.

"Harga saham turun karena pasar. Fundamental pasar, kami tidak berdaya akan hal itu. Yang bisa kami lakukan adalah terus meningkatkan kinerja kami," kata Peterjanto, Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk, saat public expose Rabu (18/12/2019) di Hotel Garden Palace Surabaya.

Terkait kinerja, Peterjanto mengatakan, pihaknya mentargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen di tahun 2019 ini. Tahun lalu pendapatan MAMI mencapai Rp120 miliar dan tahun ini diharapkan naik menjadi Rp132 miliar.

Per September 2019, pendapatan MAMI sudah mencapai Rp116 miliar dengan laba bruto sebesar Rp50 miliar. Laba sebelum pajak pada periode tersebut tercatat Rp7 miliar.

“Kami optimistis tahun ini kinerja kami akan mencapai target. Tahun depan kami juga akan memasang target yang sama, yakni pertumbuhan 10 persen,” kata Peterjanto.

Selain mencatatkan kinerja positif, MAMI juga menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 300 miliar guna menuntaskan proyek Le Grand Tunjungan yang berada di Jalan Embong Malang. Proyek tersebut sebelumnya dikerjakan oleh PT Anugrah Mitra Lestari (AML) yang kini sudah diakuisisi MAMI dengan kepemilikan saham 95,2 persen.

Le Grand Tunjungan merupakan merupakan proyek mixed used builing atau superblok yang berlokasi di pusat bisnis kota Surabaya. Proyek tahap pertama yang akan diselesaikan adalah bangunan seluas 48.000 meter persegi dan penambahan lahan untuk perluasan proyek tersebut.

Lahan tersebut nantinya akan dibangun untuk tahap kedua dengan luas bangunan mencapai 100.000 meter persegi. Saat ini, proyek itu sudah menyelesaikan seluruh struktur bangunan untuk tahap pertama.

“Untuk sumber pendanaan, kami akan coba cari investor. Jadi kami masih belum bisa memastikan kapan finalisasi proyek ini akan dikerjakan. Mungkin semester II tahun depan atau akhir tahun depan,” ujar Peterjanto.

Selain proyek superblok, MAMI juga me-launching proyek perumahan Garden Estate di tengah kota Gresik.

Proyek hunian ini berdiri diatas lahan seluas hampir 10 hektare. Dalam sektor bisnis lainnya, perseroan juga memiliki 65,79 persen saham PT lndo Udang Mas Lestari yang bergerak di bidang budidaya udang dengan lahan seluas 30 hektare.

Selain itu melalui proses Right Issue, perseroan juga mengakuisi lahan di Batu layang Cisarua Bogor seluas 20 hektare. Lahan yang bisa ditempuh hanya dalam waktu 1,5 jam dari Jakarta ini diiadikan kawasan natural resorf, glamping, outbond dan ecotourism lainnya.

“Pada bulan November 2019, sebagian dari hunian dan fasilitas telah dibangun dan telah dilakukan soft opening untuk operasional,” tandas Peterjanto.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved