Breaking News:

Berita Surabaya

BPJS Kesehatan Surabaya Minta RS Tak Lagi Suruh Pasien untuk Fotokopi KTP-KK, 'Cara Itu Sudah Kuno'

Layanan kesehatan di setiap RS yang bermitra dengan BPJS Kesehatan dilarang mensyaratkan berkas fotokopi KTP, KK, untuk melayani pasien

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
SURYAOnline/Fikri Firmansyah
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Herman Dinata Mihardja (berdiri) saat memantau pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Jalan Dharmahusada No 2 Surabaya, Kamis (19/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Layanan kesehatan di setiap rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan dilarang mensyaratkan berkas fotokopi KTP, KK, bahkan kartu BPJS untuk melayani pasien peserta Jaminan Kesejahteraan Nasional (JKN). Setiap pasien yang hendak dilayani tak perlu susah-susah menyertakan berkas foto kopian ini.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Herman Dinata Mihardja, mengecam jika masih ada RS di Surabaya yang meminta foto kopi KTP atau identitas lainnya kepada pasien peserta BPJS.

"Pasien datang untuk segera dilayani, bukan dibuat susah lagi mencari fotokopi," kata Herman, Kamis (19/12/2019).

Sebab, setiap peserta BPJS sudah mempunyai kartu.

Cukup menunjukkan kartu dan menulis nomor peserta yang tertera pada kartu BPJS, identitas pasien sudah terlacak.

Semua sudah terkoneksi jaringan BPJS seluruh Indonesia.

Herman meminta seluruh RS di Surabaya mematuhi karena demi memberi layanan kepada pasien.

"Saya tidak tahu kenapa masih ada yang memberlakukan foto kopi KTP. Mungkin untuk jaminan. Tapi kan sudah ada kartu BPJS," kata Herman. 

Herman menuturkan menyertakan foto kopi KTP KK sudah lazim diwajibkan di setiap RS.

Namun, setiap kantor BPJS telah membuat kesepakatan atau MoU dengan semua RS baik negeri maupun swasta, juga dengan Dinkes.

MoU ini berisi tak perlu lagi ada persyaratan foto kopi KTP tersebut karena menghambat masa layanan RS kepada pasien.

Jika ada RS yang masih demikian akan ditegur, meski belum ada sanksi jika tidak mematuhinya. 

"Kasihan kepada pasien yang seharusnya berhak atas layanan cepat. Ketentuan tersebut bagus apalagi BPJS telah menetapkan kenaikan tarif per Januari 2020 besok," reaksi BPJS Watch Jatim Arif Supriyono. 

Diakui bahwa Saat ini masih ada RS di Surabaya yang tetap mensyaratkan foto kopi KTP dan KK.

"Cara ini sudah kuno. Semua sudah terkoneksi jaringan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved