Berita Nganjuk

18 Tersangka Narkoba Diringkus Satresnakoba Polres Nganjuk Selama 2 Bulan Terakhir

Sebanyak 18 tersangka dari 17 kasus penyalahgunaan obat keras berbahaya dan narkoba diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk.

ahmad amru muiz/surya
Jelang akhir tahun 2019, Polres Nganjuk mengamankan sebanyak 18 tersangka pengedar narkoba dan juga memusnahkan barang bukti narkoba yang telah ditetapkan PN Nganjuk 

SURYA.co.id | NGANJUK - Sebanyak 18 tersangka dari 17 kasus penyalahgunaan obat keras berbahaya (Okerbaya) diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk. Rinciannya, empat tersangka dari empat kasus narkotika, dan 14 tersangka dari 13 perkara okerbaya yang berhasil diungkap selama dua bulan terakhir.

Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto, menjelaskan dari pengungkapan kasus narkoba selama dua bulan terakhir tersebut diamankan barang bukti sabu seberat 31,18 gram, pil koplo jenis double L sebanyak 24.191 butir, uang tunai sebesar Rp 2.212.000, sebanyak 15 ponsel, dan ada 2 unit mobil.

Untuk modus operandi dari peredaran narkobadi Nganjuk, para tersangka pengedar narkotika mendapatkan narkotika jenis sabu dari para bandar atau pengedar dari luar Nganjuk, seperti Surabaya, Madiun, Jombang, dan Kediri.

"Narkoba itu diedarkan pada pengguna di wilayah Nganjuk dengan harga 1 paket hemat sabu Rp 400 ribu, dan untuk 1 gramnya seharga Rp 1,4 juta sampai Rp 1,8 juta,” kata Handono Subiakto, Kamis (19/12/2019).

Sejak Januari hingga Desember tahun 2019 ini, tim Rajawali 19 telah mengungkap kasus narkoba dari 87 laporan polisi, di mana 77 kasus di antaranya sudah selesai dalam persidangan.

Rinciannya 46 kasus okerbaya (dobel L), 39 kasus sabu, dan 2 kasus undang-undang pangan.

"Untuk jumlah tersangka sebanyak 92 laki-laki, 6 perempuan, dan 4 anak-anak,” ujar Handono.

Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan, ungkap Handono, total mencapai 123,72 gram sabu-sabu, sebanyak 23 butir ekstasi, 127.702 butir pil koplo jenis dobel L, sebanyak 169 jiriken arak jowo atau arjo (satu juriken isi 30 liter). Untuk kasus miras sebanyak 475 kasus dengan tersangka laki-laki sebanyak 325 orang, dan 150 perempuan. Dan barang bukti yang diamankan mencaapi 1.765 botol arjo, 42 botol miras srigunting, 19 botol miras cap kuntul, 65 botol miras jenis anggur, 32 botol bir, dan 11 botol miras singaraja. “Untuk para tersangka miras dikenakan pasal tipiring,” ucap Handono.

Sementara untuk barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 16,6 gram sabu, 72.591 butir dobel L, 180 liter arjo dalam 6 juriken, 125 liter arjo dalam 5 juriken, 150 liter arjo dalam 10 juriken, 649 liter arjo dalam 518 botol, 4 botol berisi miras srigunting, 2 botol isi miras kili, 3 botol isi miras cap kuntul, 4 botol isi vodka, dan 1 botol anggur.

"Pemusnahan barang bukti narkoba dan miras tersebut setelah mendapatkan penetapan dari pengadilan Negeri Nganjuk," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved