Berita Surabaya

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Ubah Stigma Masyarakat Tentang Disabilitas Lewat Wayang

Wayang Musikalisasi Inklusi bertajuk 'Lakon Babat Alas Amarta' di gelar di Gedung PASCASARJANA lantai 5 Kampus II Jl. Dukuh Menanggal XII

SURYA.co.id/Zainal Arif
Wayang Musikalisasi Inklusi bertajuk 'Lakon Babat Alas Amarta' di gelar di Gedung PASCASARJANA lantai 5 Kampus II Jl. Dukuh Menanggal XII, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Sabtu (14/12/2019). 

SURYA.co.id | Surabaya - Wayang Musikalisasi Inklusi bertajuk 'Lakon Babat Alas Amarta' di gelar di Gedung PASCASARJANA lantai 5 Kampus II Jl. Dukuh Menanggal XII, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Sabtu (14/12/2019).

Acara tahunan sebagai bentuk karya seni yang diselenggarakan oleh mata hati bekerjasama dengan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya untuk merubah stigma masyarakat tentang disabilitas menuju masyarakat yang inklusi.

"Persiapan untuk acara ini sekitar 1 bulan yang lalu, ini merupakan bentuk presentasi proses karya teman-teman disabilitas,

kami bersyukur mendapatkan dukungan dari teman non disabilatas yang hadir dalam acara panggelaran ini yang terkonfirmasi total hampir 300 orang," Titis Catur Istiningrum selaku Project Officer dari komunitas Mata Hati.

Acara wayang seperti ini sudah menjadi yang ke-4 dalam penampilannya, Uniknya mulai dari sutradara sampai lobby dengan pihak sponsor dilakukan oleh teman-teman disabilitas.

"Kami berharap disabilitas tidak di sembunyikan dan bukan di kasihani melainkan diapresiasi, acara ini bukan objek tapi berlaku sebagai subjek,

dari mulai arahan sutradara, penulis naskah, arasemen musik, sampai lobby dengan pihak dengan sponsor dilakukan oleh teman-teman disabilatas, dari mata hati kami hanya sebagai fasilitator," tambahnya

Mahasiswa Disabilitas dari Universitas Airlangga Surabaya, Alfian Andhika Yudhistira, beryukur karena acara berjalan dengan lancar, ia berharap pandangan stigma negatif menjadi berkurang setelah acara panggelaran ini.

"Disabilitas tidak hanya berpatisipasi untuk meminta haknya, melainkan juga harus bisa berpartisipasi dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," kata Alfian.

Selain itu penampilan dari disabilitas komunitas Mata Hati membuat masyarakat yang non disabilitas menjadi semakin termotivasi.

"Mengubah opini aku dalam memandang orang disabilitas, ternyata mereka bisa berkontribusi dalam bidang seni,

mereka sangat menginspirasi, aku jadi semakin termotivasi agar berkontribusi untuk bangsa dan negara," Dita Bestari Mahasiswa UPN Veteran Surabaya yang hadir.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved