Breaking News:

Citizen Reporter

Deklarasi Sekolah Ramah Anak di Acara Dies Natalis ke-36 di SMPN 1 Modo, Lamongan

Deklarasi Sekolah Ramah Anak di Acara Dies Natalis ke-36 di SMP N 1 Modo, Lamongan

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Citizen Reporter/Yetti Zubaidah Arief
Deklarasi Sekolah Ramah Anak di Acara Dies Natalis ke-36 di SMP N 1 Modo, Lamongan 

SURYA.co.id - Ada yang istimewa di Dies Natalis ke-36 di SMP N 1 Modo, Lamongan, yaitu dideklarasikannya Sekolah Ramah Anak (SRA), Kamis (7/11/2019).

SRA adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

Lembaga itu juga harus mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya.

Selain itu, lembaga juga mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

SRA adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggug jawab.

Sudah seharusnya sekolah menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi siswa mengingat hampir delapan jam siswa berada di sekolah.

Karnadai, Kepala SMPN 1 Modo mengatakan, SRA bukan berarti memberikan kebebasan kepada anak, tetapi tetap ada kedisiplinan yang harus diterapkan.

”Misalnya ada siswa yang memanggil temannya dengan nama orang tuanya, itu termasuk mem-bully. Tolong bapak-ibu guru menegur dan menasihati siswa itu dengan ramah agar tidak mem-bully temannya,” kata Karnadi.

Sebuah sekolah dapat disebut sebagai SRA apabila minimal memenuhi kriteria beberapa kriteria.

Sekolah harus memiliki kebijakan antikekerasan untuk sesama siswa, tenaga pendidik, dan kependidikan, termasuk pegawai sekolah lainnya.

Sekolah juga memiliki program UKS, lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, sekolah adiwiyata, memiliki kantin sehat, siswa terlibat atau dilibatkan dalam pembuatan kebijakan sekolah.

Hal itu merupakan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak selama anak berada di sekolah melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri, dan nyaman.

Jika itu dipertahankan, anak akan gembira ketika berada di sekolah.

Yetti Zubaidah Arief
Guru SMP Negeri 1 Modo Lamongan
yettizamawardi@gmail.com

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved