Breaking News:

Berita Surabaya

Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Pengerjaan Proyek Cor Jalan di Pucuk Lamongan Dihentikan

Pengerjaan proyek pengecoran jalan bakal dihentikan mulai akhir pekan ini dan selama nataru hingga liburan selesai.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
Foto Dokumentasi SURYA.co.id
Pengerjaan jalur jalan nasional Pucuk-Babat di Kabupaten Lamongan saat mulai dikerjakan, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin menjamin jalur Babat - Pucuk Lamongan aman dilewati dan bebas macet saat libur natal dan tahun baru (nataru).

Pasalnya pengerjaan proyek pengecoran jalan bakal dihentikan mulai akhir pekan ini dan selama nataru hingga liburan selesai.

"Saat ini pengerjaan proyek cor jalan Babat-Pucuk Lamongan sudah tahap akhir. Tapi rasanya sampai akhir tahun ini belum bisa selesai. Namun kami sudah rapat dengan Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII mulai akhir pekan ini, 20 Desember, pengerjaan dihentikan dan alat berat dipinggirkan, dievakuasi," kata Fattah, Selasa (17/12/2019).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin. (surya.co.id/fatimatuz zahroh)

Dengan begitu, maka masyarakat tak perlu khawatir lagi dan mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan akibat pengerjaan proyek jalan tersebut.

Sebab selama ini akibat pengerjaan proyek terjadi kemacetan yang cukup parah.

Bahkan beberapa waktu lalu juga diterapkan sistem contraflow sehingga kemacetan parah terjadi di ruas jalan tersebut.

Saat ini, progres pengerjaan proyek cor jalan nasional tersebut ada di kecamatan Pucuk.
Pengerjaan dilakukan di ruas arah Tuban-Surabaya dan memakan satu ruas jalan.

Tidak ada kontra flow yang diterapkan. Namun di ruas jalan Surabaya-Tuban meski sudah tidak ada pengerjaan, kondisi jalan cor masih belum menyambung seluruhnya.

"Rasanya memang belum bisa selesai tahun ini karena ada keterbatasan anggaran, maka mungkin dilanjutkan tahun depan. Tapi yang terpenting masyarakat tak khawatir dan nyaman saat anjang sana di momen liburan nataru," tegas Fattah.

Lebih lanjut ia menyebutkan di momen liburan nataru ini memang tak sebanyak lonjakan pada saat libur lebaran.

Namun tetap saja akan ada lonjakan kebutuhan angkutan, dan juga kepadatan jalan. Terlebih libur nataru juga bertepatan dengan libur sekolah.

Dishub Jatim memprediksi akan ada lonjakan penumpang angkutan umum dan kepadatan jalan antara 5 hingga 10 persen dibandingkan hari normal.

Untuk itu, dari segi penyiapan angkutan di momen nataru, Dishub Jatim melakukan penambahan 750 armada bus di terminal-terminal keberangkatan. Dan menyiapkan bus-bus cadangan yang standby di terminal.

"Kami koordinasi juga dengan kepolisian untuk bisa ssama sama mengamankan lalu lintas dan mengupayakan kelancaran arus lalu lintas selama nataru," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved