Berita Surabaya

Persebaya & Pemkot Surabaya Saling Tarung di Sidang Kasus Wisma Karanggayam, Imam Rifai Pun Bersaksi

Sidang gugatan kasus Wisma Karanggayam digelar dengan agenda pembuktian pihak penggugat yakni PT Persebaya Indonesia melawan tergugat Pemkot Surabaya

Persebaya & Pemkot Surabaya Saling Tarung di Sidang Kasus Wisma Karanggayam, Imam Rifai Pun Bersaksi
Syamsul Arifin/TribunJatim.com
Mantan pemain Persebaya era 70 an Imam Rifai saat jadi saksi dalam sidang gugatan Wisma Persebaya di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (17/12/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sidang lanjutan gugatan kasus Wisma Karanggayam kembali digelar dengan agenda pembuktian dari pihak penggugat yakni PT Persebaya Indonesia melawan tergugat Pemkot Surabaya. Sejatinya, penggugat menghadirkan enam saksi, namun karena permasalahan waktu sidang hakim ketua Martin Ginting meminta satu saksi terlebih dahulu yang dimintai keterangannya. 

Adalah Imam Rifai mantan pemain Persebaya tahun 70-an. Dia dimintai keterangan ihwal kondisi lapangan Karanggayam dan status bangunan wisma tersebut. 

Imam yang pada saat itu masih berusia 18 tahun dan bermain di posisi sayap menjelaskan bahwa bangunan baik sejak tahun tersebut. Dia tidak tahu sama sekali terkait objek permasalahan maupun teknis surat menyurat antar pemkot dan Persebaya. 

"Saya tahunya main bola saja, dan setahu saya tempat itu untuk kebutuhan internal Persebaya, seperti pembibitan pemain," kata mantan pemain 69 tahun itu di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (17/12/2019). 

Adapun terkait status terkini pun, Imam tak tahu pasti.

Kini, pensiunan PNS itu pun mengaku bahwa kondisi wisma tersebut sudah berbeda jauh saat masanya. 

Memang ada pagar yang mengelilingi lapangan yang ia sebut lapangan Persebaya itu, namun tidak setinggi saat ini.

Saat hakim menanyakan kapan mulai ditinggikan, Imam pun tak tahu. 

"Karena setelah bertahun-tahun saya sudah tidak ke sana lagi," terangnya. 

Dia memastikan Persebaya menduduki tempat tersebut sebelum dirinya menjadi pemain. 

Setelah dirasa cukup, hakim pun menunda sidang dan akan melanjutkannya kembali pada tanggal 7 Januari 2020 mendatang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved